SOROT 342

Rumah Politik Buruh

Peringati May Day, Ribuan Buruh Penuhi SUGBK
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

“Karena dengan cara menitipkan ke partai-partai yang ada tidak akan efektif dan tak bisa berbuat banyak, karena tidak ada alat politik sendiri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Andi Gani. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini mengatakan, selama ini buruh hanya menjadi komoditas politik semata. Menurut dia, buruh hanya "dilirik" tiap lima tahun sekali, saat Pemilu.

img_title Daftar 16 Negara yang Lolos ke Piala Asia U-20 2027: Indonesia Usir Juara Bertahan, Vietnam Terdegradasi

Namun, setelah Pemilu usai, buruh dilupakan. Untuk itu, buruh harus membangun rumah politik sendiri, guna menampung aspirasi kaum pekerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tidak merasa partai-partai lain mengganggap buruh. Kami berharap buruh ada di wadah politik, kami berjuang di jalanan, tapi di dalam sistem juga,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 29 April 2015.

img_title Jembatan Darat Pertama Penghubung Rusia-Korea Utara Diresmikan, Diberi Nama Perwira Soviet yang Selamatkan Pendiri Korut

Aksi Unjukrasa Buruh Menolak Penangguhan UMP/UMK 2013

Setelah Pemilu usai, buruh dilupakan. Untuk itu, buruh harus membangun rumah politik sendiri, guna menampung aspirasi kaum pekerja. FOTO: VIVA.co.id/Nurcholis Anhari Lubis

img_title Alasan Klasik Pelatih Vietnam usai Gagal Lolos ke Piala Asia U-20 2027

Dukungan Mengalir
Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) mendukung rencana pendirian partai politik oleh buruh. Meski tak tergabung di GBI, FNPBI menyatakan, buruh memang membutuhkan wadah politik sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum FNPBI Lukman Hakim mengatakan, gerakan buruh memang harus menjadi gerakan politik. Karena menurut dia, segala persoalan perburuhan bersumber pada sistem politik.

Artinya, jika buruh ingin mengubah nasibnya, mereka harus terlibat dalam sistem politik agar bisa mempengaruhi dan membuat kebijakan yang berpihak kepada buruh. “Perjuangan ekonomi adalah bagian dari perjuangan politik. Nah, partai politik adalah alatnya,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 30 April 2015.

Lukman menjelaskan, untuk mengubah keadaan di sektor ketenagakerjaan harus melalui perjuangan politik dan membangun partai politik. Untuk itu, keinginan GBI membangun partai dan terlibat dalam sistem politik dengan tujuan dapat terlibat dan mengubah kebijakan yang pro rakyat harus diapresiasi. Sebab, partai politik sudah kehilangan kepercayaan dari rakyat.

Meski memberikan dukungan, tak berarti FNPBI akan bergabung dengan partai yang akan dibentuk GBI tersebut. Sebab, FNPBI sudah bergabung di Partai Rakyat Demokratik (PRD). Lukman hanya berharap, GBI konsisten dan tak main-main terkait wacana mendirikan partai politik tersebut.

Dukungan juga datang dari aktivis buruh, Muchtar Pakpahan. Pendiri Partai Buruh ini mengatakan, rencana buruh mendirikan partai sendiri merupakan sebuah keharusan jika buruh ingin makmur dan sejahtera.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut