SOROT 342

Rumah Politik Buruh

Peringati May Day, Ribuan Buruh Penuhi SUGBK
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

Menurut dia, partai hanya didirikan dan disediakan untuk buruh dalam Pemilu, tanpa mengorganisasi buruh dengan konkret. “Tapi, itu semua memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Dan tentu saja teman-teman yang sedang menggalang sebuah partai buruh. Jangan mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.

Sementara itu, menurut Ilham, Muchtar Pakpahan memang sudah mendirikan Partai Buruh. Namun, partai ini terjungkal karena tak lolos ambang batas parlemen (electoral threshold) dan mengalami kesulitan keuangan.

img_title Menko Yusril Bantah Tulis Buku 'Islam Ala Prabowo': Hanya Diwawancarai

Ia mengatakan, ada sejumlah hal yang mendasari kegagalan partai besutan aktivis buruh tersebut. Pertama, pembentukan partai tak melibatkan dan menyosialisasikan ke sesama buruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, terjadi perpecahan di internal buruh, karena tak semua buruh mendukung. Kedua, Muchtar tidak menjadikan partai sebagai alat politik bersama.

img_title Bakal Ada Hujan Lebat di Sumatera Hari Ini, BMKG Sebut Juga Disertai Petir

“Dia juga tidak mengajak berbagai organisasi rakyat yang lain,” ujarnya. Selain itu, kesadaran politik buruh belum matang saat Muchtar mendirikan Partai Buruh.

Muchtar mengakui, ia gagal membangun Partai Buruh. Ia mengatakan, Partai Buruh gagal menanamkan ideologi dan kesadaran politik kepada buruh. Selain itu, mereka kesulitan dana.

Menurut dia, untuk mendirikan dan mengelola partai politik butuh dana yang tidak kecil, apalagi dalam Pemilu. “Untuk mengadakan saksi saja perlu Rp120 miliar, minimal,” ujarnya.

img_title Jadwal Lengkap Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: Ada Big Match Real Madrid Vs Inter Milan

Selain itu, Partai Buruh tak memiliki media dan tak mampu beriklan di media massa. “Politik Indonesia itu butuh uang,” ia mengingatkan.

Ia juga menyesal telah bersikap kaku saat itu. Menurut dia, sikap tersebut membuat orang yang hendak bergabung dan membantu pendanaan Partai Buruh kabur.

Ia mengatakan, sempat ada pengusaha besar yang mau ikut dan membiayai partainya. Namun, si pengusaha meminta ia yang menentukan calon presiden.

“Sontak kawan saya marah. Sebetulnya itu ketidakcerdasan saya. Saya terlalu keras waktu itu,” ujarnya mengenang.

“Padahal bisa sedikit elastis. Kami bargain, tapi tetap punya kendali. Mungkin kami menang waktu itu. Karena ada yang biayai,” ujar ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Buruh ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ribuan Buruh Peringati May Day 2015

Elemen buruh yang berniat mendirikan partai harus belajar dari kegagalan Partai Buruh. Saat itu, Partai Buruh gagal meyakinkan buruh sebagai basis massanya. FOTO: VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut