SOROT 344

Bisnis Haram Pemain Peran

Polisi memperlihatkan muncikari RA
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

Selama masih ada orang yang buang air besar, maka kotoran manusia itu pasti masih ada. “Nah, kamu mau enggak nih, kotorannya ada di mana-mana. Pasti enggak mau kan,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 13 Mei 2015.

Menurut dia, agar kotoran itu tidak tercecer di mana-mana, maka harus dilokalisasi. “Inget enggak, Bang Yos (mantan Gubernur DKI Sutiyoso)  berhasil menutup Kramat Tunggak jadi Islamic Center? Nyatanya itu sekarang kan malah berceceran, prostitusi ada di indekos-indekos,” dia menambahkan.

Meski sempat mewacanakan untuk melokalisasi prostitusi, Ahok mengaku tak berani. Sebab, ia harus meminta restu dari DPRD. Padahal, ia mengusulkan lokalisasi tujuannya agar prostitusi mudah diawasi dan diawasi.

Devie pun meminta, polisi tak hanya memburu PSK dan muncikarinya, namun juga penggunanya.

“Kalau mau nyontek kayak di Swedia, itu kan ada list laki-laki yang pakai tuh. Itu yang ditangkep,” ujarnya. Menurut dia, selain muncikari, pengguna (konsumen) dari praktik prostitusi juga harus dikenakan hukuman yang berat. Dengan demikian, diharapkan angka prostitusi bisa ditekan.

Usulan serupa disampaikan Kisnu Widagso. Swedia berhasil menekan angka pelacuran karena pemerintah menjerat pengguna atau konsumennya. Sementara itu, di Indonesia, selama ini hanya menjerat PSK dan muncikarinya.

img_title Eks Ratu Kecantikan Korea Jual Diri ke Pengusaha?

“Prostitusi ini dilakukan oleh tiga pihak, yaitu produsen, muncikari, dan customer atau konsumen,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah harus mempunyai kebijakan yang berpihak kepada perempuan. Selain itu, penegakan hukum dalam kasus ini harus fair. “Jangan produsen saja yang dihukum, tetapi konsumennya juga dihukum,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi prostitusi

Gadis Korban Prostitusi Dibanderol Rp2,2 Juta per Dua Jam

Tiga wanita diamankan. Satu di antaranya masih di bawah umur.

img_title
VIVA.co.id
29 Maret 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut