- VIVA.co.id/Zulkarnaini Muchtar
Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Polres, Kejaksaan, dan Imigrasi untuk memastikan fasilitas yang layak bagi para pengungsi. Pemda juga menyediakan posko kesehatan dengan mengerahkan tenaga kesehatan di Puskesmas di Kabupaten Aceh Utara.
Muhammad Thaib menegaskan, selama para pengungsi ini belum mendapatkan tempat penampungan yang layak atau rumah detensi, ia akan menampung mereka. Menurut dia, selama mereka sudah ada di daratan Aceh Utara, ia akan selalu memberikan pertolongan.
Ia hanya berharap, masyarakat bahu membahu membantu untuk meringankan beban para pengungsi. “Mari kita berbagi untuk sesama.”
Meski masih berada di pengungsian, Muhammad Husein sudah merasa lega. Sehari-hari ia menjadi penerjemah, guna membantu komunikasi antara pengungsi dengan tim medis dan relawan lainnya. Hasan juga merasakan hal yang sama. Ia merasa bersyukur sudah tiba di Indonesia.
“Jangan pulangkan kami ke Myanmar. Terima kami di sini. Kami ini bukan orang jahat. Kami orang yang mencari perlindungan hidup, kami tidak ingin kembali lagi ke Myanmar.” (ren)