SOROT 345

Derita Etnis Terbuang

anak pengungsi rohingya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zulkarnaini Muchtar

Boat kecil itu pun pelan-pelan berjalan menuju ke kapal yang sudah menunggu di tengah laut. Dalam perjalanan, kapal yang ditumpangi Hasan beberapa kali berhenti untuk mengambil orang lain yang juga dibawa dengan boat kecil.

img_title Agen 'Penjual' Etnis Rohingya Berkeliaran di Aceh

Hasan dan penumpang lain memang dikasih makan oleh awak kapal. Namun, sedikit sekali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sehari semalam mereka hanya diberi makan dua kali dan itu pun sedikit. Selama di kapal Hasan dan penumpang lain hanya bisa duduk.

img_title Isu Perkosaan Hanya Alasan Pengungsi Rohingya untuk Kabur

Mereka dilarang bergerak sedikit pun. Tak hanya itu, mereka sering mendapat perlakuan kasar dan kekerasan dari awak kapal.

“Di dalam kapal kami dipukul oleh awak kapal. Kami bicara sama kawan-kawan saja dipukul. Minta makanan juga dipukul,” ujar dia sambil mengenang.

img_title Isu Perkosaan Mereda, Pengungsi Rohingya Mulai Tenang

Hasan mengaku, ia tak tahu akan dibawa kemana. Bagi dia, yang penting dia bisa keluar dari Myanmar.

“Kami tak bisa hidup di Myanmar. Di sana dipukul oleh polisi dan warga Myanmar. Jadi kami mencari negara atau tempat lain yang lebih nyaman bagi kami,” ujarnya.

anak pengungsi rohingya

Hasan Ali, salah satu pengungsi etnis Rohingya yang diselamatkan nelayan Aceh.

Seperti Husein, Hasan memutuskan keluar dari Myanmar untuk menyelamatkan nyawa. Sebab, banyak etnis Rohingnya di Myanmar yang dibunuh, ditembak dan rumahnya dibakar.

Selain itu, ia juga butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. Sebab, ia tak bisa bekerja dan mengais nafkah di negaranya.

“Kami dianiaya dan tidak diterima di Myanmar. Setiap hari ada orang Rohingya yang meninggal karena dipukul, ditembak, dibakar dalam rumah, rumah dibakar. Jadi kami mencari perlindungan hidup ke negara lain,” ujar pria ini dengan mata berkaca-kaca. “Kami dibilang bukan warga negara Myanmar,” lanjut dia.

Dalam perjalanan, di peraian laut Thailand mereka dilarang masuk ke negara itu. Kapal yang ditumpangi Hasan ditarik kembali ke laut oleh pihak otoritas Thailand.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal yang sama juga mereka alami di perairan laut Malaysia. Di tengah laut, tiba-tiba kapten dan awak kapal pergi dengan menggunakan boat kecil.

“Mesin kapal yang kami tumpangi dibawa oleh kapten kapal. Kapal kami tidak ada mesin, stirnya juga dirusakkan. Jadi kami terapung-apung di laut selama dua bulan tidak ada makanan,” ujar Hasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut