SOROT 365

Mendunia dengan Kopi

sorot kopi
Sumber :
  • Reuters
sorot kopi
img_title Ragam Kopi Nusantara

Budaya minum kopi di Indonesia kian berkembang. Semakin banyak orang yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kopi. Terutama kopi Indonesia.  Foto:  ANTARA/M Agung Rajasa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

img_title Nasibnya, Sepahit Kopi

Terinspirasi Asing

Menjamurnya bisnis kedai kopi lokal itu tak dipungkiri terinspirasi usaha sejenis dari merek asing. Tidak heran bila kedai kopi asing yang masuk ke Indonesia telah mengangkat citra warung kopi.

Usaha yang selama ini dikenal sebagai bisnis yang menyasar kelas bawah, kini menjadi usaha yang mulai membidik kelas menengah atas. Semerbak "harumnya" bisnis kedai kopi menarik minat banyak pelaku usaha untuk mencicipinya.

Tidak hanya di kota besar seperti Jakarta, usaha kedai kopi telah merambah hingga ke daerah. Pelaku usaha lokal mengembangkan bisnis kopi dengan konsep dan harga yang terjangkau kocek masyarakat Indonesia.

Bahkan, saat ini banyak pebisnis kopi yang mulai menyasar kelas menengah ke bawah dengan pangsa pasar anak sekolah, mahasiswa, hingga karyawan kantor dengan penghasilan pas-pasan.

Jody Bany Wicaksono pun akan mengembangkan usahanya tersebut di tengah persaingan kedai kopi asing yang semakin menjamur.

"Kami sedang coba mengubah mindset masyarakat. Kami hadirkan kopi dari negeri sendiri. Nah, mengubah mindset orang dan kebiasaan orang untuk minum kopi lokal memang cukup sulit," tuturnya.

Andanu Prasetyo bahkan mengatakan, kopi yang dijual di dua kedai miliknya terdiri atas 90 persen kopi lokal dan 10 persen kopi impor. Ia punya alasan tersendiri mengenai hal ini.

"Orang Indonesia pasti bangga dengan kopi lokal. Tapi, juga harus lihat kopi lainnya," ujar Tyo, sapaan Andanu Prasetyo.

Semakin menjamurnya kedai kopi dan kafe di ibu kota saat ini tidak membuat Tyo khawatir mengenai ketatnya persaingan bisnis. Ia bahkan merasa belum terlalu tersaingi. Prospek bisnis kedai kopi ke depannya dinilai semakin cerah.

Sebagai pelaku bisnis kedai kopi, ia juga punya beberapa harapan pada industri kopi lokal. Ke depannya memang harus mengakurkan antara hulu dan hilir. Bagaimana hulu mau distribusi ke hilir, jadi tidak semua diimpor.

Selanjutnya, mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa kopi itu bukan sekadar enak atau tidak enak. "Dengan begitu, mereka akan lebih menghargai kopi dan semakin menghidupkan industri kopi," ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Kopi Aceh dan Sulawesi, Kopi Lokal Favorit Dunia
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut