- Reuters
![]()
Diharapkan, dengan meningkatnya permintaan, akan menambah pendapatan petani. Â Foto:Â REUTERS/OSMAN ORSAL
Genjot Pasar Ekspor
Kementerian Perdagangan mengakui, maraknya kedai kopi saat ini bisa berdampak positif terhadap penyerapan kopi di Tanah Air.
"Kalau saya lihat, konsumen bertambah banyak dan penyerapan kopinya sangat banyak. Adanya kedai kopi sangat positif untuk penyerapan kopi," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Nus Nuzulia Ishak, ketika ditemui VIVA.co.id di Jakarta, Kamis 8 Oktober 2015.
Selain diserap pasar domestik, kopi Indonesia pun diekspor ke luar negeri. Kemendag mencatat pada 2010, ekspor kopi sebesar US$941 juta dan meningkat pada 2014 senilai US$1,03 miliar.
Pada periode 2010-2014 ada peningkatan ekspor sebesar 6,32 persen. Pada periode Januari-Juli 2015, ekspor kopi tercatat sebesar US$680,7 miliar dan meningkat 28,57 persen dari periode Januari-Juli 2014 yang senilai US$529,47 miliar.
Nus mengatakan bahwa Indonesia masih mendatangkan kopi. Pada 2014, impor kopi tercatat US$46,77 juta dan meningkat 20,42 persen terhadap impor tahun sebelumnya yang sebesar US$38,84 juta. Pada periode Januari-Juli 2015, impor kopi tercatat US$14,49 juta dan turun 62,16 persen dari periode Januari-Juli 2014 yang sebesar US$38,32 juta.
Berdasarkan data di atas, neraca perdagangan kopi Indonesia pada 2014 surplus US$992,4 juta, sedangkan pada peiode Januari-Juli 2015 surplus US$666,25 juta.
Â
"Kita surplusnya untuk kopi," kata dia.
Menurut dia, ada lima negara tujuan ekspor kopi Indonesia terbesar, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Malaysia, dan Italia. Pada 2014, ekspor kopi ke Amerika Serikat sebesar US$295,99 juta, Jepang US$101,37 juta, Jerman US$84,73 juta, Malaysia US$60,85 juta, dan Italia sebesar US$60,64 juta.
Selanjutnya, negara pemasok kopi ke Indonesia pada 2014 adalah Vietnam US$31,54 juta, Brasil US$6,34 juta, Italia US$1,92 juta, Malaysia US$1,61 juta, dan Amerika Serikat US$1,51 juta.
"Pada periode Januari-Juli 2015, ada beberapa negara yang ekspor kopi Indonesianya meningkat, seperti Thailand sebesar 347 persen, Aljeria 284,1 persen, Filipina 485,88 persen, dan Afrika Selatan 375,73 persen," kata dia.
Nus mengatakan bahwa diversifikasi pasar ekspor kopi cukup banyak. Pemerintah pun menggenjot ekspor kopi dengan cara mengikuti pameran-pameran berskala internasional.
Pemerintah pun ingin menggeser posisi Brasil. "Brasil itu eksportir kopi terbesar, sedangkan Indonesia terbesar ke-7," kata dia.
Ia mengatakan, kopi yang berasal dari Indonesia merupakan kopi non roasted yang masih berupa biji kopi (bean), dengan nilai sekitar US$1,03 miliar pada 2014, kopi panggang (roasted) dan kopi yang berbentuk keping sekitar US$250 ribu, serta kopi serbuk US$8 ribu.