- Reuters
![]()
Ada lima negara tujuan ekspor kopi Indonesia terbesar, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Malaysia, dan Italia. Foto:Â Antara/Moch Asim
Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Ari Satria, menjelaskan alasan kopi yang diekspor mayoritas masih berbentuk biji. "Kalau sudah roasted, nggak fresh. Mereka maunya dalam bentuk bean. Nantinya di-blend (misalnya) dengan hazelnut," kata dia.
Sekretaris Eksekutif Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Miftakhul Kirom menjelaskan, ekspor kopi Indonesia ada yang berbentuk kopi biji/olahan (green bean). Jumlahnya hampir di atas 70 persen tiap tahun.
Ekspor ini sangat berpengaruh terhadap ketersediaan bahan baku kopi dalam negeri. Ekspor green bean dimulai pada 2013 sebanyak 532 ribu ton. Pada 2014-2015, ekspornya menurun, karena produksinya juga turun.
Produksi pada 2013, rata-rata 740 ribu ton, dan dua tahun berikutnya, produksi hanya mencapai 550-600 ton. Ekspor pada 2014 mencapai 382 ribu ton, lalu 2015 meningkat sedikit sekitar 10 persen menjadi sekitar 420 ribu ton.Â
Ada juga ekspor kopi dalam bentuk instant coffee. "Kami optimistis tiap tahun selalu meningkat. Catatan kami, pada 2012, instant coffee ekspornya sampai 71 ribu ton, lalu 2014 menjadi 92 ribu ton, dan 2015 yakin bisa mencapai 100 ribu ton," ujar Miftakhul.
Miftakhul mengatakan, Indonesia sebagai produsen kopi terbesar ke-4 di dunia, volume hampir sama dengan Kolombia. Sayangnya, dalam dua tahun ini, Indonesia kalah dari Kolombia. Peringkat pertama sebagai produsen kopi masih dipegang Brasil disusul Vietnam.
Mayoritas kopi yang dihasilkan Kolombia adalah jenis kopi Arabica. Indonesia sebanyak 76 persen kopi yang dihasilkan jenis Robusta. Dan kebutuhan dan permintaan dunia 68 persen lebih ke Arabica.
"Dari sisi harga, Arabica memang jauh lebih mahal dari Robusta. Contoh harga Arabica, kisaran Rp40-45 ribu, sedangkan Robusta Rp24 ribu per kilogram. Basis Robusta di Sumatera, meliputi Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu," kata dia.
Sementara itu, untuk jenis Arabica, basisnya di Sumatera Utara dan Aceh. "Kopi Arabica kita sudah dikenal, karena memiliki ciri khas yaitu cita rasanya baik dan aromanya sedap," katanya.
Saat ini, jenis Arabica mulai ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Flores. Ada juga yang terkenal dengan Java Kopi di Jawa Tengah dan Toraja Kopi di Sulawesi. (art)