- Robert Gilhooly
Mereka pun harus bekerja sama dengan banyak institusi. Sampai saat ini, ada lebih dari 10 kota di Amerika yang mengikuti tren zero waste.
Salah satunya adalah New York (NY). Dilansir dari Popular Science, kota dengan penduduk 8 juta jiwa itu menargetkan pada 2030 tidak ada lagi sampah yang akan dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS).
Caranya dengan mendaur ulang dan mengkompos sampah, mengurangi penggunaan barang yang berpotensi tidak bisa didaur ulang (reduce), menggunakan kembali barang yang bisa digunakan (reuse) dan mendaur ulang menjadi produk bermanfaat yang baru (recycle).
Sebelum memenuhi target 2030, pada 2018 Pemerintah Kota New York menargetkan program pengolahan sampah organiknya sudah bisa diadaptasi oleh seluruh rumah di kota itu. Saat ini baru 100.000 rumah yang mengikuti program mengkompos sampah dan mengurai limbah.
Sampai 2020 nanti, New York akan menciptakan saluran tunggal untuk daur ulang, sebuah metode yang memungkinkan semua barang daur ulang masuk ke dalam satu tempat yang ditentukan untuk didaur kemudian. Inisiatif lainnya adalah mengurangi penggunaan kantong plastik dan sampah yang tidak bisa dikompos.
Kebijakan ini berlaku tidak hanya untuk pemukiman tetapi juga sekolah, gedung, sampai apartemen, tidak terkecuali.
Tidak seperti New York yang baru menggalakkan zero waste, beberapa kota di dunia telah dianggap berhasil mengurangi volume sampah setiap tahunnya.
Beberapa di antaranya seperti San Fransisco, seluruh kota di Swedia, Buenos Aires, dan Cappanori, Tokyo, Bogota, Kuala Lumpur.
Tawaran Diskon
Sebagai kota terbesar di Amerika, San Fransisco paling berkomitmen menjalankan zero waste sejak 2002. Mereka bahkan berjanji mengurangi sampah di TPS sampai 100 persen pada 2020.
Harian The Guardian menyoroti upaya San Fransisco ini dan mengatakan jika target ini akan tercapai sesuai jadwal. Pemerintahan kota membuat aturan melarang penggunaan kantong plastic dan mewajibkan pengomposan limbah.
Mereka juga menekankan aturan ini pada restoran, hotel, rumah tinggal, sampai pengembang perumahan. Perusahaan pengelolaan sampah, Recology memberlakukan diskon 20 persen bagi warga yang tidak melulu mengandalkan pengumpulan sampah, yang dilakukan dua kali setiap bulan.