SOROT 376

Dari Singosari hingga Majapahit

Arca Prajnya Paramita di Candi Singasari
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dyah Pitaloka

Kondisi pemandian seluas 300 meter itu masih sangat terasa alami. Sumber dengan dasar lantai pasir dibangun dari batu dikelilingi pepohonan yang asri.

img_title Pesona Rumah Tua Tjong A Fie

Di tepi kolam terdapat 16 lubang air atau jaladwara berukuran sebesar batu bata kecil. Dari sana memancar air yang tak pernah surut sepanjang tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agus menyebut, awalnya ada arca di setiap jaladwara ketika pemandian pertama kali ditemukan Belanda pada tahun 1931. Setelah terjadi kemelut kemerdekaan, kolam terbengkalai dan baru dibuka kembali pada tahun 1970-an dengan menyisakan empat arca di empat jaladwara.

img_title Melancong ke Jakarta Masa Lampau

Menurut dia, tiga arca kecil saat ini berada di Museum Trowulan, Mojokerto. Satu arca tersisa berada di pojok kiri kolam berupa arca Dewi Durga berdiri di atas dua kepala kera yang mengeluarkan air dari mulutnya. Seperti yang lain, arca Dewi Durga juga tanpa kepala.

“Arca itu bermakna wanita yang siap menjadi ratu adalah wanita yang bisa menjaga dan mengendalikan kata-katanya,” kata Agus menambahkan.

img_title Tujuh Destinasi Wisata Malang yang Sayang Dilewatkan

Sementara itu, 15 jaladara lain menurutnya bergambar arca wanita yang masing-masing mengeluarkan  air dari payudara, pusar dan bagian tubuh yang lain.

Seperti putri bangsawan lain, Ken Dedes juga dipersiapkan menjadi ratu dengan digembleng di Watu Gede. Ken Dedes dibekali dengan berbagai pengetahuan dan dididik dengan sifat ketuhanan agar bisa sejajar dengan Dewa.

Ketika mandi di kolam, dikisahkan, muncul sinar biru dari tubuh Ken Dedes. Brahmana setempat meramal Ken Dedes akan menjadi Nareswari, wanita utama yang melahirkan keturunan raja-raja di Jawa. Saat itu, entah bagaimana caranya, Ken Arok sempat melihat meskipun Watu Gede terutup bagi pria.

Di sudut kolam, tepat di bawah pohon Elo, terdapat batu asah pedang, tempat untuk mengeksekusi para pria yang kedapatan masuk atau mengintip kegiatan di Watu Gede.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Entah bagaimana, Ken Arok melihat itu. Dia yang berlatar seorang pencuri, perampok dan tak punya darah biru, bertekad memperistri Ken Dedes,” kata Agus.

Akhirnya, Ken Arok berhasil menyunting Ken Dedes melalui kudeta berdarah, dengan membunuh Mpu Gandring, pembuat keris dan membunuh Tunggul Ametung. Kemudian Arok mendirikan Kerajaan Singosari bersama Ken Dedes. Usia Singosari yang bertahan 70 tahun pun penuh dengan intrik politik dan pembunuhan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut