SOROT 376

Dari Singosari hingga Majapahit

Arca Prajnya Paramita di Candi Singasari
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dyah Pitaloka

Berkunjung ke Candi Singosari
Candi Singosari terletak di Jalan Kertanegara, Desa Candirenggo Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dari Kota Malang cukup naik mikrolet warna hijau dengan kode LA dari terminal Arjosari, Kota Malang.

img_title Alternatif Wisata Murah: Petik Jeruk di Kota Batu

Jaraknya sekitar 20 menit dari Kota Malang. Tarifnya sekitar Rp4.000. Kemudian turun di perempatan Garuda, tak jauh dari Pasar Singosari. Jika berangkat dari Surabaya, cukup naik bus menuju Malang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari perempatan Garuda, pengunjung bisa masuk dengan menumpang ojek dan dokar atau kereta kuda dengan tarif sekitar Rp5.000 per orang. Jika berkenan untuk berjalan kaki, hawa sejuk di Singosari akan menjadi teman yang baik. Sebab, jarak antara jalan raya dengan candi tak lebih dari 1 km.
Destinasi wisata ini tak memungut biaya dari pengunjung alias gratis.

img_title Kawasan Baru Berburu Foto di Kota Malang

Pengunjung hanya diminta mengisi identitas di buku tamu dan menyumbang biaya perawatan seikhlasnya. Candi tersebut bisa dikunjungi setiap hari dalam sepekan dari pukul 07:30 hingga pukul 17:00. Jika beruntung, pengunjung bisa menjumpai aneka kegiatan seni dan budaya yang sering mengambil tempat di halaman candi yang luas dan asri ini.

Patirtan Watu Gede
Sumber atau mata air Watu Gede berada di Desa Watu Gede Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pemandian ini dipercaya sebagai tempat mandinya wanita bangsawan di masa Kediri, Singosari hingga Majapahit. Putri bangsawan sengaja dipersiapkan menjadi putri raja dengan berada di keputren Watu Gede.

Termasuk Ken Dedes, putri cantik jelita yang melahirkan raja-raja besar di Jawa. Menurut sejarah, saat mandi di Kolam Watu Gede, tubuh Ken Dedes mengeluarkan sinar biru, pertanda sebagai wanita utama yang kemudian menjadi permaisuri raja pertama Singosari, Ken Arok.

img_title Berkunjung ke Malang, Jangan Lupa ke Pantai Gua Cina

“Watu Gede diterangkan dalam kitab Pararaton dengan nama Bubuji. Jika diprediksi dari arti kata, Bu berarti bangunan, beji adalah tempat yang disucikan. Tempat ini adalah taman penyucian putri, tempat memberi bekal sebelum siap menjadi putri ketika dipersunting raja,” kata Agus Irianto, Juru Pelihara Patirtan Watu Gede, Minggu 20 Desember 2015.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Patirtan Sumberawan di Malang

Kondisi pemandian seluas 300 meter itu masih sangat terasa alami. FOTO: VIVA.co.id/Dyah Pitaloka

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut