- VIVA.co.id/Dyah Pitaloka
“Sumberawan berasal dari kata Sumber yang berarti air dan Awan yang dimaknai sebagai Rawa-Rawa,” kata Nuryadi, juru pelihara Candi Sumberawan, Sabtu, 19 Desember 2015.
Candi Sumberawan berada di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari. Candi ini diduga berdiri sebelum Kerajaan Singosari ada. Saat itu, Sumberawaran masih bernama Kasuranggan atau taman bunga tempat mandinya bidadari dan putri bangsawan.
Terdapat dua tempat mandi di taman bunga itu. Di bagian kiri airnya dipercaya berkhasiat untuk memunculkan aura positif sementara di bagian kanan airnya dipercaya bagus untuk kesehatan.
![]()
Candi Sumberawan adalah satu-satunya Candi Budha berbentuk stupa yang ada di wilayah Malang Raya. FOTO: VIVA.co.id/Dyah Pitaloka
“Air kehidupan, memang tanpa air tak akan ada kehidupan. Hanya kepercayaan di sini menyebut air sebelah kiri bagus untuk jabatan, kewibawaan, karir dan yang lain sedangkan yang di patirtan kanan itu mujarab untuk kesehatan,” Nuryadi menjelaskan.
Di abad ke 14, sekitar 1359 ketika Majapahit berkuasa, Sumberawan dipilih sebagai tempat sakral untuk membangun stupa, pusat ibadah umat Budha. Satu stupa berukuran tinggi 5,3 meter dengan lebar 6,25 meter dan panjang sekitar 8 meter kini berdiri di tengah lahan seluas 50x50 meter itu. Stupa itu hingga saat ini menjadi kiblat bagi umat Budha ketika merayakan Waisak.
Di hari biasa, berbagai umat dari agama dan kepercayaan berbeda sering memanjatkan doa dan tirakat di candi ini. Sejumlah tokoh dan pejabat penting di wilayah Kabupaten dan Kota Malang serta Kota Batu menurut Nuryadi, sering berkunjung ke Sumberawan untuk sekadar cuci muka, mandi atau ritual yang lain.
“Mengapa dipilih tempat ini membangun mandala atau stupa, karena tempat ini dianggap sakral dan memenuhi unsur sebagai kiblat. Stupa dipercaya mengubah air, menjadi air suci atau tirta amarta,” katanya.
Menurut dia, tinggi stupa saat ini bukan tinggi semula. Ada banyak batu terserak di sekitar stupa yang diduga sebagai bagian dari puncak stupa.
“Kami tak bisa memasang lagi karena sudah tidak presisi,” katanya. Bedanya dengan Borobudur, tak ada relief ataupun ukiran khusus apapaun di tubuh stupa Sumberawan.