SOROT 376

Dari Singosari hingga Majapahit

Arca Prajnya Paramita di Candi Singasari
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dyah Pitaloka

Sebagai taman Kasuranggan, hingga saat ini sekeliling Sumberawan terlihat terawat dan dipenuhi banyak bunga taman. Tak jarang pengunjung yang datang meminta bunga untuk ditanam di tempat mereka.

img_title Kawasan Baru Berburu Foto di Kota Malang

Pohon besar berusia ratusan tahun menaungi sekeliling stupa dengan rindang. Di luar pagar cagar budaya itu, hamparan hutan pinus dan sawah membuat suasana Sumberawan sangat menyejukkan mata. Bagi yang hobi mancing, terdapat rawa yang cukup luas di samping Sumberawan sebagai lokasi untuk mengadu keberuntungan mengail ikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Debit air yang mengalir dari mata air sumberawan menurut Nuryadi tak pernah surut. Saat ini ada sekitar 26 pipa yang mengambil air dari mata air sumberawan untuk digunakan ribuan jiwa, salah satunya termasuk pipa milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Malang.

img_title Berkunjung ke Malang, Jangan Lupa ke Pantai Gua Cina

Menuju Sumberawan
Lokasi sumberawan terletak cukup jauh dari jalan raya Singosari. Terdapat angkotan rute Singosari-Sumberawan dengan tarif sekitar Rp5.000 dari pasar Singosari. Selain itu, ada angkutan yang bisa disewa khusus untuk mengantar dan menjemput penumpang menuju Sumberawan. Candi buka setiap hari dari pukul 07:30 hingga pukul 17:00.

Pengunjung Sumberawan, Sucipto menyebut Sumberawan sangat rindang. Meskipun untuk menuju ke lokasi dia sempat bertemu dengan jalan yang berlumpur dan curam.

img_title Liburan, Wisatawan Jatuh dari Tebing 30 Meter di Malang

“Mungkin tadi saya salah masuk, ada jalan baru yang sedang diperbaiki, jalan belum jadi penuh lumpur dan curam. Tapi lokasi candinya sangat bagus dan rindang,” ujar pengunjung asal Madiun yang sedang berlibur di Malang ini.

Di dua patirtan kecil yang menyerupai kamar mandi, di dalam lingkungan candi Sumberawan, pengunjung bebas untuk mandi. Terdapat kolam kecil dan gayung dari plastik yang disediakan oleh pengelola sebagai alat untuk mandi.

Terdapat arca dan batu yang menyerupai kura-kura, sebagai perwujudan Dewa Wisnu di dalam patirtan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Batu itu alami ada di sana, tapi oleh seorang pengunjung diberi guratan menyerupai kura-kura, jadi tampak tidak alami dan terkesan mengada-ada.”

Hanya saja, keindahan patirtan itu sering ternoda dengan ulah pengunjung. Sejumlah bungkus sampo dan sabun dibiarkan teronggok di dalam patirtan dan merusak pemandangan.

Beraneka varietas jeruk yang ada di Balitjestro, Kota Batu, Jawa Timur.

Alternatif Wisata Murah: Petik Jeruk di Kota Batu

Bayar Rp25 ribu bisa dapat dua kilogram jeruk.

img_title
VIVA.co.id
5 Agustus 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut