- VIVA.co.id/Dyah Pitaloka
Sebagai taman Kasuranggan, hingga saat ini sekeliling Sumberawan terlihat terawat dan dipenuhi banyak bunga taman. Tak jarang pengunjung yang datang meminta bunga untuk ditanam di tempat mereka.
Pohon besar berusia ratusan tahun menaungi sekeliling stupa dengan rindang. Di luar pagar cagar budaya itu, hamparan hutan pinus dan sawah membuat suasana Sumberawan sangat menyejukkan mata. Bagi yang hobi mancing, terdapat rawa yang cukup luas di samping Sumberawan sebagai lokasi untuk mengadu keberuntungan mengail ikan.
Debit air yang mengalir dari mata air sumberawan menurut Nuryadi tak pernah surut. Saat ini ada sekitar 26 pipa yang mengambil air dari mata air sumberawan untuk digunakan ribuan jiwa, salah satunya termasuk pipa milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Malang.
Menuju Sumberawan
Lokasi sumberawan terletak cukup jauh dari jalan raya Singosari. Terdapat angkotan rute Singosari-Sumberawan dengan tarif sekitar Rp5.000 dari pasar Singosari. Selain itu, ada angkutan yang bisa disewa khusus untuk mengantar dan menjemput penumpang menuju Sumberawan. Candi buka setiap hari dari pukul 07:30 hingga pukul 17:00.
Pengunjung Sumberawan, Sucipto menyebut Sumberawan sangat rindang. Meskipun untuk menuju ke lokasi dia sempat bertemu dengan jalan yang berlumpur dan curam.
“Mungkin tadi saya salah masuk, ada jalan baru yang sedang diperbaiki, jalan belum jadi penuh lumpur dan curam. Tapi lokasi candinya sangat bagus dan rindang,” ujar pengunjung asal Madiun yang sedang berlibur di Malang ini.
Di dua patirtan kecil yang menyerupai kamar mandi, di dalam lingkungan candi Sumberawan, pengunjung bebas untuk mandi. Terdapat kolam kecil dan gayung dari plastik yang disediakan oleh pengelola sebagai alat untuk mandi.
Terdapat arca dan batu yang menyerupai kura-kura, sebagai perwujudan Dewa Wisnu di dalam patirtan.
“Batu itu alami ada di sana, tapi oleh seorang pengunjung diberi guratan menyerupai kura-kura, jadi tampak tidak alami dan terkesan mengada-ada.”
Hanya saja, keindahan patirtan itu sering ternoda dengan ulah pengunjung. Sejumlah bungkus sampo dan sabun dibiarkan teronggok di dalam patirtan dan merusak pemandangan.