SOROT 376

Surabaya Kota Penuh Sejarah

Angkutan Serba Guna (Angguna) dipamerkan di Museum Surabaya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Januar Adi

VIVA.co.id - Liburan panjang akhir tahun sudah tiba. Beragam kegiatan,  termasuk jalan-jalan, pasti sudah Anda siapkan.

Bagi Anda yang akan berlibur ke Surabaya, Anda bisa mengenal kota itu lebih dekat, termasuk masa lalunya.

Surabaya merupakan kota yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Tentu saja, Surabaya memiliki banyak tempat bersejarah. Jadi ada baiknya bagi Anda, termasuk juga anak-anak Anda, yang sedang berlibur, singgah ke tempat-tempat ini.
 
1. Museum Kapal Selam

Salah satu lokasi wisata sejarah di Surabaya adalah Monumen Kapal Selam. Monkasel, nama pendeknya,  menarik dikunjungi karena langka. Tidak banyak tempat wisata yang mengajak para pengunjung menyaksikan perlengkapan kapal selam.

Lokasinya di tengah kota, di Jalan Pemuda No 39, tepatnya sebelah Plaza Surabaya. Sangat terjangkau oleh angkutan umum.

Monumen ini sebenarnya kapal selam sungguhan, yaitu KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952 dengan tipe Whiskey Class. Kapal ini pernah ikut dalam operasi Trikora, membebaskan Irian Barat.

Museum ini dibangun pada 1996. Butuh dua tahun untuk memindahkan kapal ke daratan. Kapal itu dipotong-potong lebih dulu, kemudian disambung lagi.

Museum ini dibagi menjadi tujuh bagian. Di antaranya ruang torpedo haluan, ruang tidur –ruang tidur komandan, perwira, dan anak buah kapal, lalu ruang kemudi, ruang tempat diesel, ruang mesin motor utama, ruang mesin listrik, dan ruang baling-baling.

img_title Museum yang Merajut Bencana Tsunami

Monumen Kapal Selam di Surabaya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Museum ini dibangun pada 1996. Butuh dua tahun untuk memindahkan kapal ke daratan. FOTO: VIVA.co.id/Januar Adi Sagita

img_title Menelusuri Terowongan Bawah Tanah di Ambon

Saat berada di dalam, pengunjung harus hati-hati. Sebab, ruangan di dalam kapal selam itu sangat sempit. “Lebarnya tak lebih dari 7 meter, dan tingginya hanya 2 meter,” kata Farah, petugas museum itu.

Tidak hanya itu, monumen yang berada di pinggiran Kali Mas juga menambah cantiknya pemandangan. Pengunjung bisa makan, minum kopi, dan bersantai sambil melihat pemandangan kali.

Monkasel juga dilengkapi kolam renang, dan ruangan untuk memutar diorama. Sehingga, anak-anak tak bosan.

Aldony, mengaku sengaja dari Malang untuk mengunjungi monumen ini. “Di sini kita bisa melihat dan merasakan berada di dalam kapal selam,” katanya.

Monumen Kapal Selam

Lokasi
Jalan Pemuda No.39 Surabaya

Akses
Naik Angkot Lyn M dari Pasar Atom dekat Stasiun Kota. Turun di Jalan Pemuda, tepat di depan Monkasel. Sedangkan dari terminal Joyoboyo, naik Angkot Lyn JK turun di depan Stasiun Gubeng. Dari Stasiun Gubeng, jalan kaki. Tarif angkot Rp5-6 ribu.

Buka pukul
Senin-Jumat : 08.00-20.00
Sabtu-Minggu : 08.00-21.00

Tiket masuk
Rp10.000 per orang, dewasa maupun anak-anak sama.

Hotel di sekitar lokasi
Garden Palace Hotel, Hotel Sahid Surabaya, Hotel Gubeng, Hotel Varna, Hotel Swiss Bell Inn Tunjungan


2.  Museum Surabaya

Tempat wisatah sejarah lainnya yang menarik dikunjungi adalah Museum Surabaya. Museum ini terletak di Jalan Tunjungan. Tepatnya, di bekas Gedung Siola.

Lokasinya pun terjangkau. Para pengunjung yang menggunakan angkutan umum bisa menggunakan bus kota dari Terminal Joyoboyo. Setelah itu, mereka bisa turun tepat di depan museum itu.

Tidak hanya itu, untuk bisa masuk, para pengunjung tidak perlu mengeluarkan sama sekali. Sebab, pihak pengelola, Pemkot Surabaya, tidak mengenakan tarif bagi pengunjung.

Bagi mereka yang pertama kali datang ke museum ini harus hati-hati. Sebab, Museum Surabaya memiliki dua pintu. Ada baiknya Anda masuk melalui pintu yang berada di bawah Jembatan Siola. Sebab, bila lewat pintu lain, pengunjung bisa kebingungan karena juga pintu Dinas Sosial Surabaya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut