- Dokumentasi Pribadi
Sementara, pengamat ekonomi asal Universitas Gadjah Mada, Akhmad Akbar Susanto, mengatakan, ada beberapa alasan yang membuat pengusaha memasukkan nilai-nilai ajaran Islam dalam usahanya. Menurut dia, ada pengusaha yang merasa berbisnis harus sesuai dengan ajaran agama.
Kemudian, ada yang merasa bisnis syariah itu menguntungkan, dan ada yang ingin tampil beda dalam usahanya. "Dalam prinsip ilmu ekonomi, berbeda itu bagus. Misalnya di Bali menjamur hotel konvensional. Lalu, begitu ada hotel syariah langsung orang melihat ke sana," ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 7 Januari 2016.
Akbar mengatakan, ekonomi syariah berkembang cepat mulai dari awal tahun 2000 hingga tahun 2010. Menurut dia, pertumbuhannya sangat pesat. "Mungkin setelah ada langkah baru dari pemerintah, bisnis syariah akan berkembang lagi.”
Hari beranjak siang. Tiba-tiba, telepon genggam Putra berdering. Ia langsung menghentikan pembicaraan dan buru-buru mengangkat ponselnya.
Lamat-lamat terdengar, ia diminta menjemput anaknya yang masih sekolah di taman kanak-kanak. Meski terlihat sungkan, Putra akhirnya pamit dan menutup pembicaraan.
Sebelum pergi Putra mengatakan, bahwa ia akan tetap bertahan dengan keyakinan dan pilihannya untuk hijrah. Ia menilai, kondisi yang menimpanya saat ini hanya ujian dari Tuhan.
Putra yakin, suatu saat nanti ia bisa membuktikan, bahwa pilihannya untuk hijrah merupakan sesuatu yang tepat. Meski saat ini kekurangan, namun ia merasa lebih tenang.
“Hidup lebih bermakna, ada tujuan yang lebih jelas dan untuk sesuatu yang lebih baik.” (ren)