- Dokumentasi Pribadi
Ia mengatakan, awal munculnya ekonomi syariah diawali dari lahirnya bank yang menggunakan sistem syariah, yakni sekitar tahun 1992. Namun menurut dia, booming-nya di atas tahun 2000-2007.
“Saya yakin ini akan terus berkembang, terlebih kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi, dibarengi kesadaran beragama masyarakat juga tinggi.”
Anggota Dewan Pertimbangan MUI Ahmad Saberah menilai, fenomena pengusaha muslim yang hijrah adalah sesuatu yang positif. Karena menurut dia, ekonomi syariah memiliki kelebihan dibanding ekonomi konvensional.
“Ekonomi syariah itu dasarnya adalah bagi hasil. Dia rugi sama rugi untung sama untung,” ujar mantan Ketua MUI Bidang Ekonomi dan Produk Halal ini kepada VIVA.co.id.
Ia mencontohkan dalam kerja sama bisnis. Misalnya yang mengelola dengan pemilik modal berapa masing-masing nisbahnya itu dibagi secara proporsional dan adil.
“Bukan bagi rata tapi proporsional, itu kelebihannya,” ujarnya menerangkan. Karena itu, ketika terjadi krisis moneter sistem ekonomi dan lembaga keuangan syariah tak ikut terpuruk. “Dia memiliki ketahanan tersendiri dibanding sistem konvensional.”
Ia menjelaskan, jika mendapat pinjaman dari bank syariah, misalnya untuk usaha dagang. Jika dia bangkrut, misalnya karena kebakaran itu akan diteliti, apakah betul-betul karena kebakaran atau kelalaian.
Kalau betul-betul karena kebakaran dan setelah diteliti dia masih mampu menjalankan perusahaan, maka dia dipinjami lagi. “Tapi kalau konvensional tidak mau tahu. Kalau udah kebakaran dia harus melunasi utangnya dengan bunganya. Ini ekonomi syariah yang berbasis etika, tidak seperti binatang pemakan mangsa.”
Pengamat Ekonomi Syariah Andhita Yukihana mengatakan, sebenarnya sudah banyak pengusaha yang berusaha menerapkan ajaran Islam dalam menjalankan bisnis. Karena, mereka menganggap, menjalankan bisnis syariah lebih nyaman, dan terhindar dari riba yang dilarang oleh ajaran Islam.
Sependapat dengan Didin Hafidhudin, Andhita juga yakin, fenomena pengusaha hijrah bukan hanya tren tapi memang sesuatu yang harus mereka jalankan.
“Mereka ingin hijrah menjalankan bisnis yang diridhai oleh Allah. Pada saatnya nanti hampir di semua negara akan menjalankan sistem dan bisnis syariah,” ujar pengamat asal Universitas Indonesia ini kepada VIVA.co.id, Kamis, 7 Januari 2016.