SOROT 393

Robot-robot Cantik

Robot humanoid Jiajia produksi Universitas Sains dan Teknologi China.
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/04/22/571a2a9c1dbd0-robot-humanoid-jiajia-produksi-universitas-sains-dan-teknologi-china_663_382.JPG

img_title Profesi Baru Ini Kerjanya Ajari Robot Cuci Piring, Digaji Dolar Tiap Bulan!

Seorang pengunjung berfoto bersama robot humanoid Jiajia produksi Universitas Sains dan Teknologi China saat acara peluncuran di Hefei, China. Foto: REUTERS/Stringer

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, apakah hanya itu yang diharapkan manusia dari kehadiran bangsa humanoid? Indonesia sendiri tidak terlalu peduli dengan penelitian robot humanoid. Selain karena ekonomi yang tidak mencukupi (cukup besar kebutuhan biaya untuk membuat humanoid), Indonesia juga merasa belum merasa membutuhkan pengganti warganya dalam melakukan pekerjaan.

img_title Bukan Lagi Uji Coba, Robot Humanoid Kini Sudah Mulai Dipekerjakan di China

“Humanoid itu banyaknya advance research. Indonesia mungkin belum lah, belum punya urgensi untuk mengembangkan robot humanoid ini. Yang lebih mendasar lagi, kebutuhan kita adalah automatisasi sebenarnya. Ini yang harus kita galakkan. Ngapain kita bikin sesuatu yang mungkin tidak begitu banyak memberikan manfaat,” ujar Deputi Kepala Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material, Hamman Riza, kepada VIVA.co.id.

Selanjutnya...Multifungsi?

img_title Krisis Tenaga Kerja Makin Parah, Robot Humanoid Disiapkan Jadi Pengganti Manusia

Multifungsi

David Hanson, ahli pembuat humanoid dan software artificial intelligent, mengatakan jika banyak orang yang berpendapat negatif tentang penciptaan robot humanoid. Mereka menganggap hal itu hanya membuang uang dan waktu. Bukannya membuat robot yang mirip manusia malah membuat robot yang aneh.

“Saya tidak setuju dengan pendapat itu. Banyak hal yang bisa dilakukan ke depannya dengan robot humanoid. Robot bisa berguna memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Robot mirip manusia bisa difungsikan dalam segala peran. Manusia sangat pintar, cantik, memiliki hasrat, dan cinta. Memiliki robot dengan kemampuan yang sama bukan lagi hanya sekadar mimpi masa kecil,” ujar Hanson, yang juga dikenal sebagai pencipta humanoid bernama Alice (gynoid), Zeno (anak kecil) dan Albert Hubo (yang mirip Albert Einstein), melalui situs resminya, Hansonrobotics.com.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hanson membuktikan beberapa robot ciptaannya pernah terlibat dalam penelitian terhadap penderita autis. Robot Zeno diklaim bisa memicu respons dari anak autis. Belum lagi robot yang sering digunakan oleh NASA, atau robot untuk industri.

Beberapa humanoid lain yang cukup berguna dengan baik adalah Sowa Hanako yang digunakan untuk penelitian bagi para dokter gigi, robot Actroid F yang bisa dipekerjakan sebagai pengganti suster, Jia Jia yang bisa dijadikan sebagai penerima tamu, atau Aiko si robot pelayan toko.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut