- ANTARA/Agus Bebeng
“Kami memprovokasi pikiran yang tadinya apatis, jadi berani bersuara, yang tadinya diam menjadi sadar, kalau itu dianggap memprovokatif kami anggap pujian dan tidak keberatan,” ujarnya.
Dandhi memilih akan terus berjuang menyuarakan keadilan melalui Watchdoc, meski berhadapan dengan aparat, pemerintah, dan pengusaha.
Sekjen RSF, Christophe Deloire, mengakui saat ini kondisi ketatnya pembatasan informasi di seluruh negara berubah menjadi ketakutan dan keengganan untuk mengembangkan perdebatan sehat dan pluralisme.
“Penutupan media terjadi oleh pemerintah yang semakin otoriter dan menindas, juga terjadi pada media swasta yang dibentuk oleh kepentingan pribadi,” ujarnya. Deloire menyayangkan, karena ketakutan terhadap legitimasi jurnalis yang dibangun pemimpin dunia.
Bagi Deloire, saat ini “jurnalisme” sangat layak diperjuangkan. Ini Seiring meningkatnya media propaganda dan media konten yang sarat pesan atau disponsori oleh kepentingan pribadi, maka menjamin hak publik untuk mendapatkan informasi yang independen dan terpercaya sangat penting.
Dan Deloire menyesalkan, karena banyak pemimpin dunia membangun ketakutan terhadap legitimasi jurnalis. “Dan alasannya sangat tidak jelas,” ujarnya.
Ketidakjelasan alasan dari ketakutan yang dibangun penguasa, membuat publik tak lagi leluasa mendapat berita. Namun, seperti yang disampaikan Deloire, menjamin hak publik untuk mendapatkan informasi yang independen dan terpercaya sangat penting. Jadi, meski tertekan, jurnalis yang memilih berjuang pada keadilan tak akan pernah padam.
Laporan: Dinia Adrianjara
(ren)