SOROT 395

Dunia Masih Lecehkan Jurnalis

Aksi Jurnalis di Hari Buruh
Sumber :
  • ANTARA/Agus Bebeng

“Kami memprovokasi pikiran yang tadinya apatis, jadi berani bersuara, yang tadinya diam menjadi sadar, kalau itu dianggap memprovokatif kami anggap pujian dan tidak keberatan,” ujarnya.

img_title Setahun, 39 Kasus Kekerasan Jurnalis Terjadi di Indonesia

Dandhi memilih akan terus berjuang menyuarakan keadilan melalui Watchdoc, meski berhadapan dengan aparat, pemerintah, dan pengusaha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekjen RSF, Christophe Deloire, mengakui saat ini kondisi ketatnya pembatasan informasi di seluruh negara berubah menjadi ketakutan dan keengganan untuk mengembangkan perdebatan sehat  dan pluralisme.

img_title Ketua AJI: Perbedaan adalah Hak Warga Negara

“Penutupan media terjadi oleh pemerintah yang semakin otoriter dan menindas, juga terjadi pada media swasta yang dibentuk oleh kepentingan pribadi,” ujarnya.  Deloire menyayangkan, karena ketakutan terhadap legitimasi jurnalis yang dibangun pemimpin dunia.

Bagi Deloire, saat ini “jurnalisme” sangat layak diperjuangkan. Ini Seiring meningkatnya media propaganda dan media konten yang sarat pesan atau disponsori oleh kepentingan pribadi, maka menjamin hak publik untuk mendapatkan informasi yang independen dan terpercaya sangat penting.

img_title Masyarakat ASEAN Belum Bebas Akses Informasi

Dan Deloire menyesalkan, karena banyak pemimpin dunia membangun ketakutan terhadap legitimasi jurnalis. “Dan alasannya sangat tidak jelas,” ujarnya.

Ketidakjelasan alasan dari ketakutan yang dibangun penguasa, membuat publik tak lagi leluasa mendapat berita. Namun, seperti yang disampaikan Deloire,  menjamin hak publik untuk mendapatkan informasi yang independen dan terpercaya sangat penting. Jadi, meski tertekan, jurnalis yang memilih berjuang pada keadilan tak akan pernah padam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan: Dinia Adrianjara

(ren)

Aktivitas fotografer atau pewarta foto

Hari Kebebasan Pers Dunia, Jurnalis Makin Terancam

Para pemimpin politik dunia abai bahwa pers termasuk pilar demokrasi.

img_title
VIVA.co.id
3 Mei 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut