SOROT 396

Setia di Garis Massa

Savic Ali (tengah) bersama Romo Sandyawan Sumardi dan Romo Mudji Sutrisno. Foto: Dok. Pribadi Savic Ali
Sumber :
  • Dokumentasi Pribadi Savic Ali

Savic menuturkan, ia sudah terjun di gerakan mahasiswa sejak 1994. Saat menimba ilmu di Institut Agama Islam Negeri (sekarang Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, ia aktif di Arena, Lembaga Pers Mahasiswa UIN. Selain itu, ia terlibat dan aktif di Keluarga Mahasiswa Pencinta Demokrasi (KMPD), sebuah organ gerakan di kampus yang sama.

img_title Survei: Prabowo Jadi Presiden dengan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Tertinggi Sejak Reformasi

Savic sempat jadi anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sebuah organisasi ekstra kampus yang basis anggotanya mahasiswa NU. Namun, ia mengaku tak aktif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun 1996, ia hijrah ke Jakarta. Niatnya adalah kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Usai menginjakkan kaki di ibu kota, Savic langsung aktif di sejumlah forum diskusi. “Saya kenal Jakarta itu gara-gara demo, di Mercu Buana, Untag yang di Priok, IPB, Pakuan di Bogor, kampus ITI di Serpong, sampai kampus yang namanya Akademi Sekretaris Tarakanita,” dia mengenang.

img_title Peringati 26 Tahun Reformasi, Aktivis 98: Kekejaman Orba Tak Boleh Dilupakan

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/05/13/5735e8bbcd068-savic-ali_663_382.jpg

Savic Ali (kedua dari kanan) saat Sarasehan dan Kongres I FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia). Foto: Dok. Pribadi Savic Ali

img_title Aktivis 98 Soroti Tantangan Geopolitik Dunia yang Makin Penuh Friksi

Usai Reformasi 1998, Savic masih terlibat aktif di gerakan mahasiswa. Salah satunya mendirikan Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred).

Ia mengatakan, Famred merupakan sempalan dari Forkot. Ia sengaja mendirikan organisasi baru karena sudah tak sejalan dengan Forkot. Selain itu, ia membidani lahirnya Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI).

Ia mengatakan, FPPI merupakan gabungan organisasi gerakan mahasiswa dan pemuda dari sejumlah daerah. “Jadi, kelompok aktivis dari berbagai kota seperti Jakarta, Malang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, nasional lah itu semua bergabung di FPPI,” kata dia.

Selanjutnya...Reformasi Dulu dan Kini

Reformasi Dulu dan Kini
“Dulu targetnya adalah menurunkan Soeharto,” ujar Savic ketika disinggung soal tuntutan yang disuarakan dalam aksi massa 1998.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan, isu itu dimunculkan karena bertahun-tahun di bawah rezim ototarian, Soeharto tidak mampu mendistribusikan kemakmuran kepada masyarakat. Kekayaan hanya terkonsentrasi kepada segelintir orang dan kelompok. Selain itu, secara ekonomi dan politik, masyarakat tidak punya kebebasan.

Savic menjelaskan, sebagian dari agenda reformasi sudah kesampaian. Misalnya, berkurangnya kekerasan yang dilakukan negara terhadap sipil. “Dulu kan mau apa-apa itu yang bertindak tentara bawa senjata. Paling tidak orang tidak lagi hidup dalam ancaman atau ketakutan diambil oleh polisi, TNI, aparat semaunya tanpa hukum, tanpa tahu kesalahannya apa. Itu satu hal kita nikmati hari ini,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut