SOROT 398

Menuding Alkohol

Pemusnahan Puluhan Ribu Botol Miras
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

VIVA.co.id – Hampir seribu perempuan dan laki-laki berkumpul di pelataran Tugu Proklamasi, Jakarta. Tanpa harus diinstruksikan, massa bergerombol dengan tertib. Pelataran yang temaram menjadi terang setelah lilin-lilin dinyalakan. Mereka yang hadir lalu duduk melingkar, mendengarkan puisi berisi simpati dan seruan perjuangan. Inilah aksi #NyalaUntukYuyun.

img_title Siapa Tio Ferdian Rahmana? Runner-Up Raka Raki Jatim 2026 Viral Diduga Minta Kekasih Aborsi ke Singapura

Aksi solidaritas 1.000 lilin tersebut bertepatan dengan 40 hari kematian Yuyun, remaja perempuan yang diperkosa dan lalu dibunuh oleh 14 pria dewasa dan remaja di sebuah kebun di Rejang Lebong, Bengkulu. Sebelum kejadian nahas itu, Yuyun hendak kembali ke rumah sepulang sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah pelataran tugu, dibentangkan pula spanduk memanjang. Setiap simpatisan bergantian membubuhkan tandatangan sebagai simbol petisi agar pelaku kekerasan seksual dihukum seberat-beratnya.

img_title Usut Kasus Dugaan Aborsi ke Singapura, Paguyuban Cak dan Ning Surabaya Mengambil Langkah Serius

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/05/13/5735f7594b164-seribu-lilin-menyala-untuk-yuyun_663_382.jpg

Seribu lilin menyala untuk Yuyun. FOTO: VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

img_title Viral Runner Up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Meminta Kekasih Aborsi ke Singapura, Akui Tak Siap Jadi Ayah

Kasus Yuyun seperti membuka kotak pandora maraknya kasus kekerasan seksual. Macam-macam teori dilontarkan, dituduh sebagai penyebab perilaku agresif ini. Salah satunya, maraknya minuman keras atau beralkohol. Pada kasus Yuyun misalnya, para pelaku mengaku menenggak minuman keras sebelum mereka melakukan tindakan biadabnya. Berita Acara Perkara (BAP) yang disusun polisi menunjukkan adanya pengakuan para pelaku soal minuman keras tersebut. 

Dalam wawancara dengan VIVA.co.id, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Awi Setiyono, tak menampik alkohol kerap jadi biang kerok kasus-kasus kriminalitas. “Itu juga termasuk (alkohol). Yang selama ini kami ketahui karena miras itu kebanyakan pemicu perkelahian termasuk juga pemerkosaan. Itu kan tidak sadar, mabuk dan di bawah alam bawah sadar,” kata Awi Setiyono.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun dia juga menuding media dan perkembangan teknologi informasi sebagai pemicu para kriminal melakukan kejahatan. Awi memaparkan, dari keterangan yang dikorek aparat dari pelaku kejahatan seksual, beberapa di antaranya memang diketahui kerap menonton pornografi yang terakomodasi melalui situs internet maupun kepingan DVD ilegal yang dijual secara luas.

“Bisa jadi minuman keras (faktor). Kalau dari ponsel bisa download (pornografi),” kata Kepala Biro Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Suharsono di Mabes Polri, Jakarta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut