SOROT 404

Senjata Bernama Media Sosial

Ilustrasi jejaring sosial
Sumber :
  • REUTERS

Korporasi ini rela menginvestasikan sumber daya dan modalnya untuk membuat newsroom khusus bagi seluruh grup perusahaannya.

img_title Pengamat: Kita Terlalu 'Telanjang' di Media Sosial

"Perkembangan dunia digital semakin beragam. Orang bisa akses informasi kapan saja 24 jam. Karena itu kami melihat peluang luar biasa. Kita ikut masuk ke situ kalau enggak mau ketinggalan," kata Head Corporate Communications PT Royal Golden Eagle, Ignatius Ari Djoko kepada Viva.co.id belum lama ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ignatius, pesatnya perkembangan teknologi komunikasi saat ini menuntut perubahan. Jika dulu, akses informasi hanya didapat dari koran, kini semua sudah berubah. Untuk itu, perusahaan dituntut berburu informasi, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah.

img_title Tulis Status di Twitter Boleh Panjang Mulai 19 September?

"Dulu andalkan koran, sekarang bisa dari website bisa dari akun media sosial yang mungkin lebih cepat dari media elektronik dan cetak."

Selanjutnya: Menggagas Newsroom

img_title Setetes Darah dari Dunia Maya

Menggagas Newsroom
Berangkat dari pembacaan di atas, PT RGE menanamkan investasi khusus untuk pengguna internet. Kebutuhan akses informasi dikembangkan dengan mengolah dan memproduksi informasi sendiri. RGE membentuk tim khusus untuk membangun ruang redaksi (newsroom) sendiri.

Selain mengumpulkan informasi yang berkembang di media sosial, mereka mengolah informasi dan menyajikannya kembali untuk netizen. Newsroom ini digawangi sejumlah orang mulai dari sosial manajer, videografer, analisis digital, desain grafis, penulis, manajer komunitas hingga tim distribusi konten.

Menurut Ignatius, saat ini mereka fokus pada tiga hal. Pertama, kemampuan memonitor secara realtime seluruh percakapan di media sosial. Hasilnya akan diproses dan disaring terkait tren topik atau isu yang dibicarakan, khususnya yang berkaitan dengan RGE.

Kedua, usai proses pemilahan, tim akan merumuskan konten. Baik itu dalam bentuk tulisan, gambar atau video. Setelah itu, barulah konten ditebar ke internet, baik di website, Twitter, Facebook, Youtube hingga Instagram.

Media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konten ditebar ke internet, baik di website, Twitter, Facebook, Youtube hingga Instagram.

Ignatius mengaku sangat terbantu dengan kehadiran newsroom tersebut. Minimal, RGE kini tak kelimpungan untuk mendapatkan informasi secara cepat. Selain itu, newsroom juga bisa menjadi jembatan informasi tentang perusahaan kepada publik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut