SOROT 405

Apa Kabar PRD?

Ulang tahun PRD ke-17 pada 22 Juli 2013. Foto: Dokumentasi PRD
Sumber :
  • Dokumentasi PRD

Wakil Ketua Umum PRD Bidang Kebudayaan, Antun Joko Susmono menambahkan, perubahan asas itu adalah bagaimana memandang alat revolusi dari dalam. “Kita punya bahan banyak dari dalam. Sebelumnya, kita banyak belajar dari luar, dari China, Rusia. Kita kurang pelajari tradisi perjuangan revolusioner di Indonesia sendiri, kita punya Pancasila, Soekarno, tradisi kerakyatan. Kita mau menggali, supaya ada internalisasi di kalangan rakyat sendiri,” ujar aktivis Jaker ini.

img_title Peringati 26 Tahun Reformasi, Aktivis 98: Kekejaman Orba Tak Boleh Dilupakan

Sebaran Kader

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peneliti PRD, Dimpos Manalu mengatakan, PRD merupakan organisasi pergerakan yang berisi anak-anak muda yang progresif pada masa Orba. Mereka yang memperkenalkan kembali gagasan-gagasan sosialisme demokrasi secara terbuka saat Orba masih kuat. Bahkan, mereka berani meneriakkan cabut dwi-fungsi ABRI ketika semua orang masih takut mengatakannya.

img_title Aktivis 98 Soroti Tantangan Geopolitik Dunia yang Makin Penuh Friksi

Namun ia menyayangkan, karena PRD tidak pernah lolos ‘parliamentary threshold’ sehingga cita-cita mereka tak bisa diwujudkan dalam kebijakan formal. Menurut dia, kegagalan itu terjadi karena sejak awal PRD tak dipersiapkan sebagai partai politik peserta Pemilu, melainkan organisasi perlawanan, organisasi gerakan. Sehingga ketika Soeharto lengser, mereka sulit menyesuaikan diri dengan situasi politik baru.

“Karena gagal masuk parlemen itu pula akhirnya mereka jadi berserak ke mana-mana,” ujar mahasiswa S-3 Ilmu Politik UGM ini.

img_title Rampai Nusantara: Ramadan Bisa Jadi Momentum Rawat Persatuan Pasca-pemilu

Dimpos menilai, sampai sekarang PRD masih eksis. Meski peran mereka tak lagi sekuat pada masa Orba. “Tapi sejarah politik keruntuhan Orde Baru harus mencatat bahwa PRD merupakan aktor penting yang tak bisa dilupakan,” dia menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, alumni dan aktivis PRD sampai sekarang aktif dalam pergerakan. “Mereka berserak ke mana-mana, di partai politik, NGO, gerakan buruh, gerakan petani, gerakan rakyat Papua dan yang lain. Sehingga, saya melihat, walaupun organisasi mereka tidak sesolid pada masa Orde Baru, tapi kini tetap berperan dalam berbagai lini. Bahkan di relawan Jokowi dan pendukung Prabowo waktu Pilpres 2014 mereka ada.”

Hal itu diakui Dominggus. Menurut dia, jebolan dan alumni PRD sudah tersebar di mana-mana, baik di politik maupun nonpolitik. “Ada yang jadi pengusaha, ada yang di akademisi, ada yang akuntan publik, kemudian jurnalis. Sempet ada yang petinju. Ada juga yang ustaz, ceramah-ceramah,” ujarnya seraya tertawa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut