SOROT 405

Apa Kabar PRD?

Ulang tahun PRD ke-17 pada 22 Juli 2013. Foto: Dokumentasi PRD
Sumber :
  • Dokumentasi PRD

“Kariernya” di dunia gerakan diawali saat ia menjadi salah satu jurnalis di Lembaga Pers Mahasiswa Hayam Wuruk, Fakultas Sastra, Undip. Berawal dari kerja-kerja jurnallistik, ia berinteraksi dengan tokoh-tokoh gerakan mahasiswa, buruh, petani, dan sektor lain.

img_title Serial Rencana Besar Trending di Media Sosial, Disorot Banyak Pihak, Kok Bisa?

Aktivitasnya berlanjut di Solidaritas Mahasiswa Semarang (SMS), sebuah organisasi mahasiswa yang didirikan untuk melawan Orde Baru (Orba). “Dari situ terjalin lah komunikasi dengan organisasi lain,” ujar ayah dua anak ini mengenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kala itu, selain SMS, sejumlah organisasi di tingkat kampus dan kota banyak bermunculan. Namun, organ-organ itu cenderung sangat sektoral dan kerap berubah-ubah nama dan komite. “Waktu itu cukup banyak gerakan tapi tidak ada satu kesatuan, tidak solid. Jadi setelah aksi ini itu, bubar,” ujar koordinator SMS ini.

img_title Aktivis 98: 2024 Momentum Genting, Salah Pilih Pemimpin Proses Pembangunan akan Mundur

Berangkat dari kondisi itu, SMS dan sejumlah organisasi lain memiliki keinginan untuk membentuk sebuah organisasi payung di level nasional dan lintas sektor. Sebelum ke sana, sektor mahasiswa lebih dulu disatukan. Dari sini lah gagasan membentuk SMID berawal.

Hal yang sama disampaikan Ketua Umum PRD Agus ‘Jabo’ Priyono. Menurut dia, jika di Semarang ada SMS, maka di Solo ada Ikatan Mahasiswa Surakarta. “Dalam prosesnya, ikatan-ikatan mahasiswa lokal ini kemudian berinteraksi dengan organisasi-organisasi kemahasiswaan lainnya dari Semarang, Salatiga, Jogja dalam mengadvokasi kasus-kasus rakyat,” ujar salah satu pendiri PRD ini saat VIVA.co.id berkunjung ke sekretariat PRD di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Juni 2016.

img_title Prabowo Subianto Pilihan Terbaik, Alasan Aktivis 98 se-Indonesia Mendukungnya

Berawal dari kerja-kerja advokasi tersebut, akhirnya mereka sepakat untuk menyatukan kekuatan dan membentuk sebuah organisasi yang lebih besar. “Kita membangun satu jaringan organisasi mahasiswa di tingkat nasional. Kemudian ada konsolidasi-konsolidasi, itu yang kemudian jadi SMID,” ujar mantan pimpinan SMID Solo itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Organisasi gerakan mahasiswa ini tak hanya bergerak di lingkungan kampus, namun juga terlibat dalam pengorganisasian petani dan advokasi buruh. Dari proses tersebut, organisasi-organisasi ini kemudian menjadi satu organisasi multi sektor di tingkat kota.

Hal ini memperkuat jaringan nasional, karena tidak hanya melibatkan mahasiswa di tingkat lokal tapi juga mahasiswa di kota lain. “Nah itulah yang kemudian kita sepakat membangun PRD, yang pertama kita namakan Persatuan Rakyat Demokratik.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut