SOROT 407

Berawal dari Barcelona

Pebulutangkis putri legendaris, Susy Susanti
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto

Juara dunia 2015 ini praktis hanya mengemas gelar pada Thailand Masters Grand Prix Gold sepanjang tahun ini dan sering kandas di turnamen-turnamen sekelas Superseries. Menyikapi hal ini, pelatih kepala ganda putra pelatnas, Herry Iman Pierngadi, masih tetap optimistis anak asuhnya itu bisa menjaga asa untuk membawa pulang medali emas, seperti yang ditargetkan PBSI.

img_title Bikin Onar di Olimpiade Rio, Perenang AS Kena Sanksi

"Sampai sejauh ini, saya melihat fokus mereka memang untuk Olimpiade. Tanpa mengecilkan arti turnamen-turnamen lainnya, situasi ini saya pikir masih bisa mereka atasi dan tak berpengaruh besar pada persiapan mental Ahsan dan Hendra," tegas Herry.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu wakil yang sering disebut-sebut dapat menghadirkan kejutan bagi skuad Merah Putih saat ini yakni duo srikandi Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Ganda besutan peraih medali perunggu Olimpiade Athena, Eng Hian, ini dipersiapkan menjadi salah satu andalan skuat Cipayung.

img_title Owi/Butet Akan Diarak Pada Puncak Perayaan Haornas

Pemilik medali emas Asian Games 2014 dan pemegang rekor laga bulutangkis terlama di dunia ini juga muncul sebagai "kuda hitam" dalam membidik podium tertinggi di Rio nanti. Terakhir, duet asal klub Jaya Raya Jakarta ini menjadi kampiun pada Singapore Open dan runner up di Australia Open Superseries tahun ini.

Adapun sektor yang sukses menyumbang 2 pilarnya ke Brasil adalah ganda campuran. Di bawah komando Richard Mainaky sebagai pelatih kepala, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto siap menebus kegagalan menyumbang medali emas pada Olimpiade London, 4 tahun silam dan Asian Games di Incheon, Korsel 2014 lalu.

img_title Cara Dubes Australia Rayakan Prestasi Lifter INA di Olimpide

Sederet koleksi gelar Owi/Butet tentu jadi pembeda bahwa pasangan ini tetap jadi yang terdepan dalam misi membalas kegagalan di Olimpiade edisi sebelumnya. Ketika itu, peraih 'hattrick' All England 2012-2014 ini sempat digadang-gadang bisa merebut medali emas untuk Indonesia, namun gagal di semifinal. Torehan paling anyar mereka tahun ini yaitu juara Malaysia Open Superseries Premier pada Januari lalu dan berada di peringkat 3 ganda campuran dunia.

Prestasi tak kalah mentereng tentunya juga dikoleksi oleh pelapis Owi/Butet, yang juga juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto. Pasangan binaan klub PB Djarum Kudus ini diproyeksikan sudah bukan sebagai pelapis, tapi justru menjadi ujung tombak yang punya target dan ekspektasi sama yakni membawa pulang emas sektor ganda campuran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut