SOROT 407

Berawal dari Barcelona

Pebulutangkis putri legendaris, Susy Susanti
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto

Digembleng di Cipayung Hingga Kudus

img_title Peraih Medali Emas Olimpiade Tersandung Kasus Doping, Pilih Pensiun

Sejumlah jelang berlaga di arena Olimpiade pun disusun PP PBSI untuk menunjang dan pemantapan performa para atlet. Baik pengurus dan tim manajer punya proyeksi cukup menarik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persiapan pertama dilakukan seperti biasa dengan memaksimalkan fasilitas di kawasan pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Setelah itu, rombongan menjalani karantina selama 5 hari di Kudus, Jawa Tengah, 11-16 Juli 2016.

img_title Sri Wahyuni, 'Wonder Woman' di Pentas Olimpiade

Pemusatan latihan di Kudus bertujuan untuk memantapkan persiapan atlet jelang pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. Ini jadi program karantina pertama, setelahnya tim bulutangkis juga menjalani program karantina di Sao Paulo, Brasil, mulai 28 Juli 2016.

“Pada program karantina tersebut, kami melakukan simulasi selama di Olimpiade nanti. Jadi suasananya dibuat seperti di Olimpiade, di mana atlet tinggal di athlete village dan mereka harus menyesuaikan diri dengan jadwal selama di sana,” ujar Rexy, yang juga menjabat sebagai manajer tim bulutangkis di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

img_title Peraih Medali Olimpiade Diskors karena Hina Islam

“Setiap sektor sudah menentukan jadwal dan program selama karantina. Selain latihan fisik dan teknik, mereka juga akan ada sesi diskusi bersama psikolog olahraga, analisa video pertandingan, dan berbagai program lainnya,” tutur peraih medali emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996 bersama Ricky Soebagdja tersebut.

Dengan agenda tersebut, para atlet diharapkan akan mampu menjaga konsentrasi dan fokus di program karantina. Harapan itu sempat diungkapkan oleh legenda sekaligus mantan Direktur Pelatnas PBSI, Christian Hadinata.

“Di training camp ini, kami harapkan pemain bisa saling mendukung satu sama lain. Hanya sektor ganda campuran yang meloloskan 2 wakil, sedangkan sektor lain hanya satu, namun mereka bisa saling bahu membahu dan mendukung satu sama lain. Kebersamaan ini akan menjadi senjata yang sangat ampuh dalam menghadapi event sebesar Olimpiade,” jelas pria yang akrab disapa Koh Chris ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain menggandeng tim analisis fisik, psikolog dan staf fisioterapis, dalam program ini juga ini dibentuk tim sparring partner khusus yang disiapkan bagi para atlet Olimpiade di karantina tahap pertama tersebut.


Analisis Taktik dan Mental

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut