SOROT 408

Aku dan Himalaya

Dian Tami
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dian Tami
 
img_title Motor Touring Royal Enfield Bakal Hadir di Indonesia?
Petualangan dimulai

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
img_title Monyet Hidung Pesek dan 200 Spesies Baru di Himalaya
 
img_title Begini Awal Terbentuknya Himalaya
Setelah sehari diberi kebebasan untuk akrab dengan iklim dingin dengan oksigen tipis, saya bersiap melakukan riding pertama, 17 Juli.  Saya bangun pukul 06.00, berkemas dan sarapan.
 
Sarah merupakan pemimpin perjalanan kali ini. Dalam pengarahan yang dimulai pukul 08.00, saya bertemu dengan dua perempuan Kolombia dan Thailand, Angie dan Nok.
 
Saya diberi kunci dengan lambang RE. Ya, motor yang saya gunakan Royal Enfield Himalayan dengan pelat nomor DL 3S CZ6502 berkelir hitam.
 
Motor Royal Enfield di Himalaya
Motor Royal Enfield
 
Motor ini baru saja diluncurkan, dan tentu banyak orang yang mengincar ingin berada di balik setang itu. Syukur pun terucap, bisa menjadi orang pertama yang menjajal motor gagah ini, menjelajah Himalaya, seperti pada namanya. 
 
Dengan cepat, saya kemudian mengikat tas berisikan perlengkapan perjalanan di jok belakang.
 
Perjalanan hari itu saya bersama belasan bikers wanita, menempuh 100 kilometer menuju Khardung La Top. Melewati jalur meliku tak beraspal, sempit, dengan kanan tebing dan kiri jurang atau sebaliknya. Khardung La diklaim sebagai  jalan tertinggi di dunia 5.600 meter dari dasar permukaan laut.
 
Sekira 10 km memuntir gas motor, kami sudah disuguhkan dengan pemandangan yang sangat luar biasa indah. Surga dunia. Terdapat pegunungan tinggi dengan jalan berliku, sangat memanjakan mata.
 
Setelah menempuh perjalanan 20 km kami harus berhenti di sebuah pos pengecekan yang dijaga oleh militer. Bagi Anda yang berasal dari negara lain, jangan pernah lupa untuk mempersiapkan paspor dan identitas diri, karena kerap dibutuhkan.
 
Hamparan batu, pasir serta pegunungan dengan salju di atasnya selalu setia menemani perjalanan saya. Suhu udara yang mencapai 10 derajat celsius telah saya persiapkan dengan membawa perlengkapan safety gear dengan tambahan jaket tebal di dalamnya.
 
Tak terhitung banyaknya tikungan, jalanan berbatu dan pasir yang saya lalui. Medannya memang berat. Lebih dari setengah perjalanan, tubuh kurus ini harus berdiri di atas motor bongsor 400cc itu, agar lebih nyaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
Benar saja, medan berat membuat biker asal dari Thailand, Nok, tidak mampu mengontrol motornya dan harus terjatuh sebanyak dua kali. Namun saya berikan apresiasi padanya, karena dia tak patah semangat, dan tetap melanjutkan perjalanan menaklukan Pegunungan Himalaya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut