Sumber :
- VIVA.co.id/Dian Tami
Â
Jurang yang dalam, kabut yang tebal, banyaknya hewan yang berkeliaraan dan truk yang gemar memacu kendaraannya diatas rata-rata adalah tantangan berat yang harus saya lalui hari ini. Tidak hanya itu, saya dan Angie juga harus menghadapi hujan sebelum berada disebuah kota kecil yang sangat ramai.
Â
Setelah menempuh perjalanan selama 2,5 jam dari tempat terakhir kami berhenti, saya dan Angie memutuskan beristirahat.Â
Â
Baca Juga
Baru 10 menit kami melanjutkan kendaraan, kami melihat kemacetan yang disebabkan Nok terjatuh. Dia sedang dibantu warga sekitar. Maklum saja, jalanan saat itu sangat licin karena hujan deras baru saja berhenti.
Â
Kembali memacu kendaraan, Saya, Angie, Sharada, dan Nok sempat tersesat dan harus bertanya kepada penduduk lokal letak pasti hotel kami. Sekitar pukul 19.00 waktu setempat akhirnya kami tiba di sebuah hotel yang letaknya berada di atas bukit.
Â
Hari keenam
Â
23 Juli merupakan hari terakhir saya. Sejak pukul 07.00, saya sudah bersiap kembali melakukan perjalanan dari Gaushani menuju Chandigarh di India.
Â
Kami memulai perjalanan pada pukul 09.00. Jarak yang harus saya tempuh hari itu 210 km. Setelah sukses menyeberangi sungai, kami memacu kendaraan di tengah guyuran hujan. Cuaca mendung seolah-olah memberikan isyarat kesedihan di akhir perjalanan ini.
Â
Jalanan licin dan berliku merupakan salah satu tantangan yang harus kami lalui. Dengan menyusuri pinggir sungai berhiaskan kabut tebal membuat perjalanan terasa sendu.Â
Â
Setelah 3 jam memacu si kuda besi, kami memutuskan meminum teh sejenak. Cuaca yang tadinya hujan, mendadak cerah, baju yang tadinya basah jadi kering, menjadi saksi perjalanan saya hari itu.
Â
Ratusan tikungan tajam dengan pinggir jurang menjadi teman setia saya selama perjalanan, tak terkecuali hari ini. Bedanya, hari ini sudah dekat dengan kota.Â
Â
Karena kondisi jalan perbukitan yang macet, saya akhirnya memutuskan istirahat sejenak.Â
Â
Perjalanan kami lanjutkan dengan menyusuri jalan berbatuan menuju kota. Sejam berselang kami tiba di kota. Mengikuti petunjuk arah yang ada, saya beserta riders lainnya terus memacu kendaraan menuju sebuah jalan bebas hambatan atau di Indonesia lebih dikenal jalan tol.
Halaman Selanjutnya
Â