- ANTARA/M N Kanwa/kye/16.
![]()
Dan yang mengharukan, penolakan Risma untuk ke Jakarta ternyata juga menelusup hingga ke siswa sekolah dasar. Ketakutan akan hilangnya figur Risma di Surabaya, mendulang haru bagi para pelajar.
Ini terlihat ketika Risma menyambangi SD Negeri II Sumberejo Surabaya, Kamis 11 Agustus 2016. Tanpa disangka, seorang siswi bernama Meilia Ilmi langsung memeluk Risma dan menangis dengan sendu.
"Aku sedih kalau Bu Risma ke Jakarta. Kalau tidak ada Bu Risma, tidak enak, karena Bu Risma itu baik," ujar siswi kelas V SD itu sesenggukan di pelukan Risma.
Janji Risma
Lalu bagaimana dengan Risma? Sejauh ini perempuan pertama yang dipilih lewat pilkada langsung di Surabaya ini sepertinya tak ambil peduli jauh soal Pilkada DKI Jakarta 2017.
Dengan gaya khasnya, alumnus Institut Teknologi Sepuluh November ini selalu ceplas-ceplos ketika menanggapi soal Pilkada DKI. "Kalau aku berangkat ke Jakarta, lalu bagaimana kesejahteraan orang Surabaya?" kata Risma.
Risma tak menampik memiliki peluang menjadi gubernur DKI Jakarta. Namun, bagi Risma perebutan itu bukan semata memenangkan kekuasaan. "Ini bukan bagaimana PDIP berkuasa di Jakarta atau saya menang. Tapi ini bagaimana mensejahterakan masyarakat Jakarta," Kata Risma lugas.
Komitmen Risma untuk warga Surabaya memang menjadi dasar kuat ia menolak untuk berangkat ke Jakarta. Utang janji mengikat Risma kuat bahwa warga di Surabaya memang tengah membutuhkan figurnya. "Ini amanah berat, kalau saya melanggarnya, berarti salah," ujarnya.
Tapi sejauh mana komitmen ini, sebagai kader partai, Risma tak berani kukuh langsung dengan tegas menolak. Jawaban diplomatis Risma sepertinya tak sejalan jika kemudian disuguhkan dengan pertanyaan jika keinginan itu 'dipaksakan' oleh PDIP.
Risma memilih untuk menjawab seadanya. Ia pun memilih enggan berspekulasi. "Aku itu sebenarnya masih sangat ingin di Surabaya. Karena seperti yang aku omongkan sebelum-sebelumnya, tugasku di sini itu belum selesai," katanya.
Untuk itu, Risma berharap agar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mau mempertimbangkan keberatannya. Risma bahkan meyakini jika Megawati pasti memiliki pertimbangan bijaksana, khususnya soal pengabdiannya di Surabaya.