SOROT 409

Merayu Risma

Risma melakukan kunjungan kerja ke Batam
Sumber :
  • ANTARA/M N Kanwa/kye/16.

Ia disebut-sebut disiapkan melawan Ahok atau Basuki Thahaja Purnama, calon petahana untuk Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2017. Risma dianggap satu-satunya 'senjata' yang bisa menandingi popularitas Ahok.

img_title Kemensos Respon Anak dengan Kondisi Suspect Kanker Wajah

Memang harus diakui, kepiawaian Risma dalam bidang pemerintahan bukan isapan jempol. Namanya beberapa kali tercatat sebagai pemimpin terbaik di dunia. Seperti yang pernah dicatat majalah Fortune pada tahun 2015, Risma sempat disejajarkan dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, sebagai 50 tokoh paling berpengaruh di dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu jugalah yang ditunjukkan Risma di Pilkada serentak 2015. Risma berhasil menang mutlak dengan perolehan suara 86,34 persen mengalahkan pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari yang diusung oleh Partai Demokrat dan PAN. 

img_title Mensos Risma Berencana Ganti Bansos Tunai untuk Korban PHK

Politikus-politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), selaku partai pengusung Risma, secara diam-diam terus merayu figur perempuan satu ini untuk bersedia ke Jakarta. Risma sampai beberapa kali ke Jakarta untuk bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Namun demikian, meski berulang kali pemanggilan, Risma  tetap kukuh di pendiriannya bahwa ia masih ingin bertahan di Surabaya. Janjinya kepada warga Surabaya mengikatnya erat di dalam hati. "Ini kan sudah janji atau komitmen saya," kata Risma di Surabaya, Kamis 11 Agustus 2016.

img_title Spirit Kemerdekaan, Puskesos Wujudkan Kesejahteraan Sosial

Partai-partai politik lain juga gigih merayu Risma. Partai Amanat Nasional (PAN) yang pada tahun 2015, menjadi lawan Risma di Pilkada Surabaya bahkan rela memutar haluan. PAN menasbihkan diri mendukung Risma agar bisa duduk di kursi DKI I. “PAN sangat mendukung Risma untuk ke Jakarta. Kami yakin Risma akan sukses memimpin Jakarta dengan cara yang ramah, santun dan tidak arogan," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak cuma itu, pimpinan wilayah PAN bersama PDIP, Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat, juga membentuk koalisi bernama Kekeluargaan. Misi koalisi ini sederhana, yakni menyepakati ada calon pemimpin alternatif bagi pemilih. Siapa calon, masih berkembang dalam diskusi dan pembahasan di tingkatan internal partai.

Hanya saja memang, opsional yang berkembang di beberapa petinggi parpol, pembentukan koalisi Kekeluargaan ini salah satu harapannya setidaknya adalah meyakinkan Risma agar mau ke Jakarta. "Kita rayu Risma agar bisa ke Jakarta. Agar Jakarta punya alternatif pilihan," ujar Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan di DPR.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut