SOROT 409

Ahok 'Bujuk' Mega

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpidato saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, Rabu (27/7/2016). Foto: ANTARA/Reno Esnir
Sumber :
  • ANTARA/Reno Esnir/kye/16.

Tanpa dukungan PDIP pun, Ahok sebenarnya sudah bisa langsung mencalonkan diri karena sudah ada tiga parpol yang resmi mendukungnya, yaitu Golkar, Nasdem, dan Hanura. Tiga partai itu punya jumlah kursi yang signifikan di DPRD DKI Jakarta, sehingga sudah cukup untuk mengusung Ahok jadi kandidat petahana. Namun demikian, Ahok saat ini menunggu Megawati membuat keputusan.

img_title Risma: Mampukah Saya Penuhi Keinginan Warga Jakarta?

Bagaimana upaya Ahok agar mendapatkan dukungan PDIP? Mendapatkan pertanyaan itu, Ahok menjawab diplomatis. Dia menegaskan tak terlalu butuh dukungan partai itu, tetapi yakin bahwa partai itu akan mendukungnya. Ahok membantah melakukan lobi-lobi khusus agar mendapatkan restu dari Mega.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Enggak juga. Aku sama Bu Mega biasa. Cuma sekarang lagi sibuk saja beliau. Biasa kita sering ketemu kok,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2016.

img_title Tiba di Jakarta, Risma Ingin 'Sowan' Megawati?

Ahok sangat percaya diri bahwa hubungannya dengan PDIP baik-baik saja. Ihwal suara sumbang dari sejumlah pengurus teras partai itu terhadapnya, Ahok menanggapi santai. Menurutnya, yang kontra terhadapnya tidak banyak.

“PDI-P dari dulu juga oke-oke aja. Beberapa saja sekarang yang sewot,” ujarnya.

img_title Pengamat Politik Sebut Risma Lawan Terberat Ahok

Aksi dukungan untuk Ahok dan Heru

Pendukung Ahok - Heru melakukan aksi simpatik di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/8/2016). Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf

Muncul kekecewaan terhadap Aho dari internal PDIP terkait sejumlah pernyataan Ahok yang dinilai menyudutkan partai itu. Misalnya saja, saat Ahok tidak ingin maju lewat partai politik karena tidak kuat bayar mahar politik. Namun, belakangan Ahok justru memutuskan maju lewat partai politik.

Ahok mengaku tak terlalu berharap PDIP mengusungnya. Sebab, dia telah mengantongi dukungan tiga partai politik yang cukup untuk memberikannya tiket sebagai kandidat pada Pilkada 2017 mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ya ngarep enggak ngarep, kan? Terserah sama PDI-P, kan? Ya kan? saya kan tenang-tenang, aku fokus kerja saja lah enggak usah terlalu pusingin. Mau pikiran kayak gitu mah mabok tahu enggak. ngapain dipikirin. 'Belanda masih jauh'. 19 September. Tanggal 19 aku daftar juga oke kok.”

Namun demikian, Ahok mencoba memahami keinginan sejumlah kader PDIP yang belakangan melontarkan kritik keras terhadapnya. Misalnya saja, mengontrol bicara. Ahok memahami itu dan terlebih lagi dia memahami mekanisme internal PDIP yang memberikan kewenangan lebih kepada ketua umum. Sebab itu, dia fokus bagaimana mendapatkan restu dari ibu ketum.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut