- ANTARA/Reno Esnir/kye/16.
"Beginilah ya kita itu sekarang lagi membahas bukan hanya DKI, tapi juga Pilkada di seluruh Indonesia. Ada 101 Pilkada kita menyelesaikan rekomendasi-rekomendasi yang kita dahulukan adalah untuk Indonesia bagian timur. Saudara-saudara pergi dari sini kalau sudah selesai supaya ada privasi dong," ucap Djarot.
Setelah 10 menit lamanya berbincang dengan awak media, Djarot pun kembali masuk ke dalam rumah Mega. Pada pukul 18.19 WIB, sebuah mobil pejabat berjenis sedan kembali mendatangi kediaman Megawati. Mobil tersebut bernomor polisi B 1194 RFS.
Mobil berwarna hitam itu, diduga milik Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. Pasalnya seorang polisi Patwal yang mengawal mobil tersebut berkata demikian.
Sekira pukul 19.09 WIB, mobil itu pun meninggalkan kediaman Megawati. Mobil itu keluar sama seperti mobil yang sebelumnya, dengan memacu gasnya kencang, tanpa berhenti pada awak media.
Usai mobil itu bertolak dari kediaman Megawati, suasana rumah Mega pun kembali sepi. Tidak terlihat ada pengurus PDI-P lagi yang keluar dari kediaman Mega hingga pukul 19.50 WIB. Meski begitu, beberapa aparat kepolisian meski demikian, masih berjaga-jaga di kawasan kediaman Megawati itu.
Isu beredar, PDIP telah memutuskan untuk memberikan dukungan terhadap petahana Ahok-Djarot. Namun, beredar pula bahwa sejumlah petinggi PDIP tengah menyiapkan rencana memboyong Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ke Jakarta.
![]()
Spanduk duet Ahok-Djarot terpampang di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (27/7/2016). Foto: ANTARA/Reno Esnir
Dari dua kandidat yang beredar itu, Politisi PDIP Maruarar Sirait, yakin Megawati selaku Ketum akan menjatuhkan pilihan pada Ahok. Menurutnya, akan lebih baik bagi PDIP mengusung figur yang kuat sehingga kemungkinan menang lebih besar.
“Saya lihat dari berbagai aspek tadi, saya berkeyakinan seperti itu (Ahok yang direstui). Ya dua-duanya kawan baik, Ahok dan Risma, kawan baik, sahabat saya, kita sering berdiskusi sama-sama,” ujarnya.
Djarot yang juga duduk sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP PDIP, mengakui bahwa peluang Ahok untuk didukung partai berlambang kepala banteng itu masih terbuka lebar. Ahok masih bisa ditunjuk melalui hak prerogatif ketua umum.