- ANTARA/Reno Esnir/kye/16.
“Ya paling jangan banyak mulut aja, kan? Aku juga tahu kok, putusan di Bu Mega kok, ngapain aku ribut sama mereka. Dan aku juga tahu PDI-P, kok. Kalau ibu buat keputusan, semua ini diem,” ujarnya.
Ahok mencontohkan, ketegasan Mega yang membuat semua orang PDIP patuh ketika Pilkada 2012. Ketika itu, Mega berseberangan pandangan dengan sejumlah elite PDIP termasuk suaminya sendiri, mendiang Taufik Kiemas, ketika akan mencalonkan Jokowi-Ahok. Puan Maharani, putri Mega yang kala itu duduk sebagai Ketua DPP Bidang Politik, disebut Ahok juga berbeda pandangan.
“Dulu juga ibu, semua orang enggak pengen Jokowi maju di DKI. Ibu lawan lho, sampai Pak Taufik Kiemas pun dia lawan. termasuk Mbak Puan pun, lebih setuju Foke dulu. kata siapa Jokowi? Tambah Ahok lagi. Lebih kacau lagi. ini lebih kacau lagi kan. Tapi Bu Mega bisa dengan tenang ketika semua orang 'kalau sudah Jokowi oke, tapi enggak bisa Ahok'. Jokowi sudah oke nih sudah berantem setengah mati nih, enggak boleh Ahok. tapi Bu Mega dari Bali pulang, siang-siang mengusulkan, 'Ahok'. Semua siap.”
Skenario PDIP
Pertemuan pengurus teras PDIP di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Jumat sore, 12 Agustus 2016, membetot perhatian. Bersamaan berlangsungnya pertemuan itu, beredar kabar pertemuan itu untuk mengambil keputusan terkait dukungan terhadap kandidat di Pilkada DKI Jakarta.
Tampak hadir di kediaman Megawati itu antara lain Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, Gubernur Banten Rano Karno, serta sejumlah pengurus lainnya. Pertemuan berlangsung tertutup itu berlangsung hingga petang.
Namun, Hasto menyangkal pertemuan itu membahas pencalonan Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya, pertemuan yang dilakukan itu merupakan rapat rutin partai, yang biasa dilakukan pada hari Kamis dan Jumat.
"Hari ini tidak ada pembahasan Pilkada DKI dan ibu Risma ke tempat ibu (Megawati) tersebut tidak benar," ujar Hasto.
Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan pertemuan itu bukan membahas khusus Pilkada Jakarta. Namun, membahas Pilkada serentak di luar Jakarta.