- ANTARA/M Agung Rajasa
Namun, nasib baik menghampiri. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelontorkan bantuan untuk perusahaan pelat merah yang nyaris mati ini. Tak tanggung-tanggung, Perum PPD dipercaya untuk mengoperasikan seribu bus bantuan Kemenhub. 600 di antaranya dioperasikan di Jakarta.
Tak hanya itu, PT TransJakarta yang sedang kekurangan bus pada 2015 menggandeng PPD untuk menjadi operator TransJakarta di sejumlah koridor busway. Hasilnya, pendapatan PPD yang dulu seret karena hanya mengandalkan setoran, kini bisa meningkat dengan sistem kerja sama.
Selain armada dan sistem baru, PPD juga mulai melakukan beragam pembenahan. Salah satunya dari sisi manajemen dan perawatan armada.
“Sekarang maintenance mesin bis-bis baru juga tidak kaya dulu. Sekarang ada tim khusus dari pusat. Kita mekanik cuma mengerjakan hal yang sifatnya teknis saja. Dan yang namanya kanibal-kanibal sekarang sudah tidak main. Selain mobilnya baru-baru semua, pengawasannya juga tidak hanya dilakukan oleh orang bengkel saja,” ujar Damanik bangga.
Pendapat senada disampaikan oleh Diki, salah satu petugas keamanan di perusahaan ini. Ia mengatakan, perubahan manajemen terjadi sekitar 2014. Mulai dari mutu pelayanan, kualitas armada, hingga peningkatan kedisiplinan awak busnya.
“Lihat saja. Itu sopir-sopir mana ada yang tidak berseragam, mana ada yang pakai sandal. Kalau dulu, parah. Yang narik cuma pakai celana pendek, narik pakai sandal jepit, yang kancing bajunya dibuka lah, parah. Tapi sekarang Alhamdulillah semua sudah berubah. Ngga ada lagi sopir yang seenaknya sekarang,” kata pria yang sudah mengabdi di PPD sejak delapan tahun ini kepada VIVA.co.id.
Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa mengatakan, dalam upaya perbaikan kualitas pelayanan, manajemen telah melakukan revolusi Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut dia, saat ini para pengemudi adalah lulusan dari sekolah milik Kemenhub yang bersertifikat.
Perum PPD juga merekrut anak-anak muda yang memiliki energi lebih, kompeten dan memiliki semangat untuk maju. “Seluruh konsep ini, sedikit-sedikit mulai terbukti dan terlihat hasilnya dengan secara perlahan perusahaan dapat memperoleh laba,” ujarnya saat VIVA.co.id menyambangi kantornya, Kamis, 15 September 2016.