- REUTERS/Jacques Brinon/Pool
Menurut Pichai, sebagai perusahaan global, Google wajib mematuhi ketentuan pajak di mana saja. Hanya saja, ia menyarankan pemerintah membuat aturan yang lebih sederhana. "Kami terus mengadvokasi agar sistem pajak global dibuat lebih sederhana," papar dia.
Sensor Berujung Retas
Usaikah nestapa Google? Belum. Di China bahkan lebih sadis lagi. Negeri Tirai Bambu ini bernyali menindak tegas dengan terang-terangan memblokir Google dan meniadakan ketergantungan pada perusahaan digital negeri Paman Sam tersebut.
Sebenarnya, Google masuk ke China pada 1999 dengan menggunakan domain google.com. Namun, karena bebasnya akses menyebabkan Beijing gerah, terlebih dengan aksi demonstrasi dan gerakan pro-Barat.
Hal inilah yang menyebabkan China memblokir akses terhadap situs google.com. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak Google dihadapkan pada dua pilihan.
Tetap bertahan melakukan pengoperasian Google dari luar negeri dengan konsekuensi operasional yang lambat, atau, membuka cabang di China dengan memindahkan server ke China.
Pilihan kedua menyebabkan keuntungan bagi China karena akan meningkatkan kecepatan akses Google, disertai asas taat hukum di sana.
Google pun menyerah. Mereka akhirnya ‘resmi’ beroperasi pada 2006 dengan mengubah domain menjadi google.cn. Mereka, awalnya, juga sepakat dengan persyaratan dari pemerintah bahwa mereka harus menyensor semua data dan informasi yang berkaitan erat dengan pemerintah.
Namun di perjalanan, Google membangkang. Akibatnya bisa ditebak. Pada 2010, melansir situs Reuters, layanan Google dilarang sebagian di China. Pemerintah China hanya memperbolehkan warganya mengakses Gmail, layanan surat elektronik (email) dari Google.
Tidak ada penjelasan langsung dari Google mengenai gangguan layanan di China. Layanan yang sepenuhnya ditutup pemerintah China adalah web search, Google Ads, Youtube serta Google Mobile.
Pemerintah China resmi menutup akses itu untuk pertama kalinya setelah beberapa waktu lalu sempat bermasalah dengan Google atas tuduhan serangan peretas di dunia maya (cyber-attack).
Layanan lain yang normalnya dapat diakses secara menyeluruh seperti Google Images dan Google News, kini dilabeli ‘partially blocked’ alias hanya sebagian dari layanannya yang dapat diakses oleh warga China.