Penggelora Gotong Royong 2.0

Muhammad Alfatih Timur, CEO kitabisa.com
Muhammad Alfatih Timur, CEO kitabisa.com
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto

VIVA.co.id – Tiang bendera Merah Putih menjulang di depan salah satu ruko di kompleks ruko tiga lantai di Jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jakarta. Bendera tampak kontras dengan dinding ruko yang kusam, tanda sudah lama tidak dicat lagi. 

Masuk ke ruko berbendera itu terasa kontras lagi. Jika di luar ruko ramai dengan hiruk-pikuk jalanan, di dalam ruko berbendera Merah Putih itu terasa senyap meski ada belasan orang di dalamnya. Semua terlihat sibuk dengan perangkat komunikasi masing-masing. 

Ruko tiga lantai itu merupakan kantor penyedia penggalangan dana secara online, Kitabisa.com, crowdfunding (urun dana) terbesar di Indonesia. Platform ini aktif mengampanyekan penggalangan dana, bahkan melibatkan sejumlah nama terkenal seperti Wali kota Bandung, Ridwan Kamil; pembawa acara Andy F Noya; artis Dian Sastrowardoyo; dan komika Panji Pragiwagsono.

Sejumlah kisah sukses ditorehkan. Kitabisa.com berhasil membantu penggalangan dana untuk pedagang asongan, Roger, berangkat umrah. Awalnya dana yang ditargetkan adalah Rp40 juta, tapi pada akhirnya dana yang mampu digalang menembus Rp136 juta. 

Kitabisa.com juga membantu pembangunan masjid di Tolikara, Papua, yang rusak akibat kerusuhan di Hari Raya Idul Fitri 2015. Dana yang ditargetkan Rp200 juta, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp308 juta.

Kitabisa.com juga melampaui batas negeri. Penggalangan dana untuk pembelian gedung di Chiba, Jepang, yang nanti difungsikan sebagai masjid berhasil memecahkan rekor. Dana yang ditargetkan hanya Rp3 miliar, dana yang digalang mencapai Rp3,1 miliar. 

Keberhasilan kampanye masjid Chiba itu menjadi viral. Kitabisa.com belakangan kebanjiran banyak proposal penggalangan dana untuk pembangunan masjid di luar negeri, yaitu di Jepang, Australia, Selandia Baru sampai Spanyol.

Halaman Selanjutnya
img_title