- U-Report
Tidak heran jika mereka kerap diandalkan oleh pemilik brand untuk mempromosikan produknya.
Perusahaan kehumasan digital yang menjamur saat ini mengakui hal tersebut. Brand saat ini memang lebih memilih menggunakan mereka, karena hasilnya bisa terlihat dengan jelas ketimbang media konvensional (online, televisi, radio, majalah).
“Hampir semua perusahaan antusias bekerja sama dengan KOL. Kebanyakan FMCG, tapi sekarang sudah menyebar ke lebih banyak jenis perusahaan," ujar Head of Strategy Edelman PR, Leo Nara Wirendra, kepada VIVA.co.id.
Tidak hanya perusahaan dengan merek ternama, tapi yang ingin memiliki popularitas dalam waktu singkat. Selain itu, ada perusahaan yang sudah aware dengan buzzer dan influencers.
"Ini sebagai pembentuk opini publik, karena itu banyak juga yang pakai untuk kebutuhan politik,” kata Leo.
Baca juga:
People Trust People
Situs SocialMediaToday menulis, dunia advertising digital sudah tidak lagi mengandalkan iklan banner, baik di desktop maupun mobile. Bahkan, generasi milenial saat ini sudah jengah dengan yang namanya iklan yang memborbardir halaman internet.
Ini lah yang menyebabkan mereka beralih menggunakan kekuatan word-of-mouth.
“Orang lebih suka mendapatkan rekomendasi dari orang lain, mendengarkan pengalaman orang lain dalam menggunakan sebuah produk atau layanan. Mereka percaya orang lain, tidak percaya iklan,” ujar Chief Executive Officer (CEO) dan co-Founder ReadyPulse, Dennis O’Malley.
ReadyPulse merupakan penyedia jasa dan platform marketing influencer di media sosial.
Salah satu vendor yang kerap menggunakan jasa KOL adalah Samsung. Perusahaan elektronik asal Korea ini menitikberatkan memilih KOL yang dapat membagi pengalaman sekaligus edukasi kepada khalayak.
Saat ini, klaim mereka, empat dari 10 orang Indonesia menggunakan ponsel pintar Samsung Galaxy, sehingga KOL yang sekaligus adalah pengguna Samsung Galaxy menjadi pilihan mereka.
“Kami menggunakan jasa iklan digital untuk mengomunikasikan produk dan layanan,"
Di Indonesia, media digital sudah berkembang dan menjadi salah satu media yang utama dan menjadi sumber referensi saat konsumen hendak menentukan produk yang akan dibeli," ujar Jo Semidang, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia.