- U-Report
Saat beberapa selebgram dan youtuber ditanya mengenai hal ini, tidak ada yang mau memberikan konfirmasi. Bahkan, Leo yang bekerja di PR Agensi pun menolak untuk memastikan detail harga para selebgram dan youtuber.
Namun, dia mengakui jika selebgram yang sudah berprofesi sebagai artis memang memiliki harga yang cukup mahal.
“Biasanya (yang mahal) yang sudah mengantongi status sebagai artis juga. Macam Sherina, Raditya Dika atau Andien," kata dia.
Namun, tidak melulu yang follower-nya banyak dipilih oleh brand. Tergantung objektif komunikasi klien.
Apabila tujuannya meraih sebanyak mungkin orang untuk aware, maka follower terbanyak adalah salah satu faktornya. "Terkenal, ahli gadget, tapi follower-nya sedikit, lebih berarti dibanding dengan artis terkenal, kalau kita ingin membangun awareness tentang laptop,” kata Leo.
Pihak Youtube pun menolak membahas mengenai pendapatan para youtuber ini. Meskipun sebagai pemilik platform, mereka merasa bukanlah pihak yang tepat dalam menjawabnya.
“Jumlah penghasilan adalah data pribadi yang dimiliki oleh pembuat konten, jadi kami bukan orang yang tepat untuk menjawab ini," kata dia.
"Fokus kami adalah membangun platform dan produk yang bisa terus membantu kreator kami berkembang dan menemukan audiens-nya lebih luas lagi, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar pihak Youtube Indonesia.
Kisruh Pajak KOL
Penghasilan yang didapat dari sebuah akun ternyata tergolong tidak sedikit. Tidak heran jika kemudian Kementerian Keuangan melalui Dirjen Pajak berniat memungut pajak dari para selebriti di dunia maya.
Sayangnya, tidak ada data yang pasti mengenai jumlah KOL yang menyebar di sebuah platform. Saat ditanya VIVA.co.id, perwakilan Youtube Indonesia mengaku tidak mengetahui pasti jumlah pengguna di Indonesia.
Termasuk jumlah youtuber yang berprofesi sebagai KOL. Namun, mereka melihat adanya peningkatan yang signifikan dari tahun lalu.
“Di YouTube FanFest 2016 bulan Oktober lalu, kami mengumumkan kalau jumlah konten yang diunggah ke youtube.co.id meningkat 170 persen dari 2015 ke 2016," kata perwakilan YouTube di Indonesia.
Pertumbuhan dua digit adalah angka yang luar biasa, apalagi mengingat infrastruktur Internet yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Dari sisi penonton, kreator Indonesia yang memiliki Silver Button Award (jumlah subscriber di atas 100,000) tahun ini sudah mencapai 106 kreator, meningkat tiga kali lipat dari tahun lalu.