- Antara/ Rezza Estily
Meski demikian, bukan berarti PT DI tak ada masalah. Menurut Fajar, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan di perusahaan tersebut. Misalnya soal sumber daya manusia.
Ia mengatakan, SDM PT DI sudah banyak yang tua-tua, sehingga perlu regenerasi. Selain itu, peralatannya sudah kedaluwarsa, karena dibangun sejak 1978 sehingga butuh peremajaan.
Irlan berharap, pemerintah terus mendukung keberadaan PT DI. Sebab, industri dirgantara sarat dengan teknologi tinggi.
"Pemerintah terus mendukung industri dalam negeri, khususnya PT DI. Karena penguasaan teknologi dirgantara sarat dengan teknologi tinggi,” kata dia.
Salah satu bukti konkretnya adalah pemerintah mendukung program N219 dan pengembangan produk N245. Karena ini adalah program nasional dan dimulainya masuk ke pasar pesawat komersial. “Di mana pesawat tersebut akan menjadi pesawat penghubung antarpulau, yang tentunya akan meningkatkan perekonomian negara," ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Sulistiyanto. "Kita harus punya komitmen maju bersama. Jangan saling menghantam, saling menyalahkan, image seperti itu harus dihilangkan. Kita kaji kalau ada kekurangan. Kita harus bersama," kata dia. (art)