- Antara/ Rezza Estily
"Itu menandakan peningkatan kepercayaan pelanggan di luar, atas kualitas produk-produk yang dihasilkan PT DI. Sebagai contoh, saat ini PT DI seminggu sekali mengirim komponen bagian dari sayap pesawat Airbus A320, A321, A380 ke Inggris. Kemudian membuat dan mengirimkan badan pesawat dan bagian ekor helikopter ke Prancis,” ujarnya.
Selain dijual ke luar negeri, PT DI juga banjir pesanan dari dalam negeri. "Dalam negeri banyak. Kita pasti dapat pesanan dari Kementerian Pertahanan baik itu untuk Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Baik Fixed Wing (pesawat bersayap) maupun Rotary Wing (Helikopter),” ujarnya menambahkan.
Irlan mengklaim, banyaknya pesanan kepada PT DI menunjukkan jika perusahaan pelat merah tersebut sudah bangkit. "Ini merupakan bukti nyata bahwa PT DI sudah bangkit kembali. Permasalahan hukum dengan karyawan setelah PHK pada 2003 juga sudah selesai sepenuhnya tahun 2007. Saat ini tidak ada lagi permasalahan hukum terkait ketenagakerjaan sebagai imbas PHK tahun 2003 tersebut,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengakui, jika PT DI sempat nyaris bangkrut. Menurut dia, PT DI ‘sakit’ hingga 2003 dan mulai hidup lagi pada 2006.
Namun, perusahaan ini kembali kesandung masalah dengan putusan pailit Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Pada 2007-2008 perusahaan ini hidup lagi. Kemudian berangsur-angsur membaik. Ia mengatakan, salah satu faktor yang membuat PT DI bangkit karena ada suntikan dana dari pemerintah melalui PMN.
![]()
Parade pasukan dan alutsista TNI di Dermaga Madura Komando Armada RI Kawasan Timur saat HUT TNI ke 69, Surabaya, 7 Januari 2014. (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)
Saat ini, PT DI sudah banyak mengekspor pesawat ke luar negeri. “Ada ekspor ke Filipina, Thailand, dan Senegal. Itu pesawat terbang lho yang kita ekspor. Jadi kita patut berbangga, Indonesia ini mengekspor pesawat terbang,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 25 Januari 2017.
Selain itu, PT DI membantu memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Kemarin dia baru suplai dua helikopter kepada TNI AU, dua helikopter kepada Basarnas, kemudian banyak helikopter ke AD dan AL. Mungkin yang perlu ditonjolkan, helikopter yang di-deliver ke Angkatan Laut itu namanya Anti Kapal Selam (AKS), canggih,” dia menambahkan.