- Reuters/Hannibal Hanschke
Sarannnya sering didengar. Cohen lalu menyarankan pada pejabat militer Suriah untuk tanam pohon Eucalyptus di dataran tinggi Golan sebagai kamuflase sekaligus tempat berteduh pasukan militer. Saran kemudian disetujui militer Suriah. Dia lalu bergegas lapor ke dinas intelijen Israel. Saat perang, bungker-bungker pasukan Suriah habis dibombardir angkatan udara Israel. Dengan mudahnya Israel banyak membunuh pasukan Suriah berkat tanda pohon itu.
Aksi Cohen akhirnya terbongkar Januari 1965. Suriah bingung Israel selalu tahu rahasia penting. Awalnya operator radio Kedutaan Besar India -dekat apartemen Cohen- melaporkan adanya gangguan sinyal besar di daerah itu. Saat dilacak intelijen Suriah-Soviet, ditemukan pengiriman pesan melalui transmisi radio tanpa izin. Aparat intelijen Suriah lalu kerahkan mobil pemindai untuk melacak, namun tak berhasil, karena waktu pengiriman berita yang dilakukan Cohen sudah selesai.Â
![]()
Mobil pemindai kemudian sengaja ditempatkan di sana, hingga pada beberapa hari berikutnya pemindai membaca sinyal radio pengiriman informasi dari Cohen dilakukan melalui baterai. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Cohen pun ditangkap. Di apartemennya, ditemukan banyak perangkat spionase, mulai dari pemancar, hingga bahan peledak tinggi dengan ukuran mungil.Â
Eli Cohen lalu dihukum gantung di Martyr’s Square, Damaskus, disaksikan banyak mata warga. Dilansir Israel National News, jasadnya juga masih ditahan di Damaskus, meski Israel selalu meminta dikembalikan ke pihak keluarga. Israel menjadikan Cohen sebagai Pahlawan Nasional karena info berharganya dalam kemenangan telak Israel pada Perang Enam Hari 1967.
Manusia Tanpa Bayangan
Sama seperti Israel yang punya intel melegenda, Uni Soviet dahulu juga punya agen intelijen yang paling mengerikan. Namanya Yan Chernyak. Karena kehebatannya, dia berjuluk Manusia Tanpa Bayangan. Julukan itu disandang karena Chernyak tak pernah meninggalkan jejak sedikit pun.
Ia juga tak pernah tidur di tempat yang sama dua kali. Selama menjadi intelijen, tiap hari dia berpindah keliling Eropa dan hanya berkomunikasi dengan agennya saat mendapat sinyal soal pertemuan penting. Demikian dilansir RBTH Rusia.
Nama Chernyak baru tersohor menggema seantero negeri setelah dirinya meninggal pada Februari 1995 lalu. Rusia kemudian mempublikasi siapa Chernyak sebenarnya, meski selama ini sang istri pun tak tahu siapa suaminya dan seberapa besar kontribusinya buat Soviet.Â