- Reuters/Hannibal Hanschke
Chernyak ternyata pentolan sekaligus pendiri Krona, jaringan mata-mata mengepalai banyak sekali agen-agen rahasia. Chernyak dikenal fasih kuasai sembilan bahasa, Inggris, Prancis, Rusia, Jerman, Yiddi, Hungaria, Rumania, Ceko, dan Slovakia.
Anak buahnya terdiri dari para bankir penting, sekretaris menteri, kepala departemen riset perusahaan konstruksi pesawat, putri dari direktur pabrik tank, serta para pejabat tinggi. Dua aktris favorit Hitler, Marika Rokk dan Olga Chekhova juga bagian dari agennya. Veteran Direktorat Intelijen Utama Rusia bahkan menyebut jaringan mata-mata Chernyak ialah salah satu yang terbaik dalam sejarah, karena tak pernah gagal selama 10 tahunan beroperasi.
Yan Chernyak lahir pada 1909 di Bukovina Utara, Hungaria. Dia lahir dari keluarga miskin. Ayahnya yang Yahudi cuma pedagang, dan ibunya cuma ibu rumah tangga, tewas dalam Perang Dunia II. Karena keterbatasan uang, Yan Chernyak kecil lalu dibesarkan di rumah yatim piatu. Tapi dia istimewa, cerdas cenderung jenius. Sejak remaja dia sudah kuasai enam bahasa, tiga bahasa lainnya kemudian dipelajari otodidak.
Aktivitas mata-mata sudah dilakukan saat duduk di bangku kuliah politeknik di Berlin. Dia direkrut mata-mata militer Soviet, dan dikirim gabung dengan tentara Rumania. Saat itulah Chernyak mulai pasok informasi rahasia pada Moskow. Sementara jaringan mata-mata Krona baru dia bentuk saat kembali ke Jerman.
Chernyak memasok banyak informasi bagi Soviet, di antaranya laporan teknis seputar tank Tiger dan Panther Jerman. Dia juga kirimkan detail senjata artileri, roket FAU-1 dan FAU-2, hingga pengembangan senjata kimia dan sistem elektronik. Chernyak berikan kontribusi signifikan dalam pembuatan senjata nuklir Soviet. Ia memperoleh informasi pengembangan ini di Inggris. Dia juga gali informasi mendalam saat dikirim atasannya ke Kanada dan Amerika Serikat.Â
Pada masa penugasan, Chernyak mengirim ribuan materi mengenai senjata nuklir Amerika untuk Soviet dan bahkan data spesifik berapa miligram Uranium-235 yang digunakan untuk buat bom atom. Sepanjang sejarah, Nazi tak pernah berhasil menangkap mata-mata Krona. Mereka juga tak mampu identifikasi direkturnya, Yan Chernyak. Nazi memang banyak menahan para anggota Soviet yang disebut Kapel Merah dan mengeliminasi agen dari jaringan mata-mata lain.
Â
Chernyak kemudian diam-diam ditarik kembali ke Uni Soviet. Yan Chernyak akhirnya resmi jadi warga negara Soviet Mei 1946. Semua baru tahu sosoknya, termasuk sang istri, saat dia dianugerahi Bintang Pahlawan Rusia, pasca-kematiannya. (adi)