- Reuters/Hannibal Hanschke
Penyamaran Berkelas Agen MossadÂ
Agen fenomenal lain yang terkenal karena kehebatannya adalah Eli Cohen. Dia agen Mossad -- intelijen Israel -- paling termahsyur. Namanya melegenda. Sama seperti Mata Hari, hidupnya berakhir tragis. Dia mati digantung di depan 10 ribu warga Suriah, 18 Mei 1965.
Eli Cohen seorang Yahudi bernama asli Eliyahu ben Shaul Cohen, lahir di Alexandria, 16 Desember 1924. Sejak kecil Cohen sangat pandai. Sebelum bergabung dengan Mossad, Cohen sudah aktif melakoni beberapa kegiatan mata-mata. Dia membantu operasi intelijen Mossad menyabotase kedutaan besar Inggris dan Amerika Serikat di Mesir. Hingga akhirnya Cohen diusir dari Mesir pada 1956. Demikian seperti dilansir situs resmi www.elicohen.org, yang dikelola keluarganya.
Pada 1960, Mossad benar-benar merekrutnya. Cohen diberi tugas penting, spionase ke Suriah. Dia diminta memasok data akurat mengenai proyek penggalian air, rencana rekayasa, diagram, peta dan rincian lain meliputi rencana modernisasi militer Suriah. Semua dilancarkan agar Israel bisa kuasai dataran tinggi Golan, milik Suriah yang terkenal hijau dan subur.
Agar mempermulus penyamaran, Cohen ubah identitasnya menjadi Kamel Amin Tsa'abet, pria kelahiran Beirut, Lebanon dari orangtua asli Suriah. Kamel lalu migrasi ke Argentina dan berdagang tekstil. Di Argentina, dia ditugaskan Mossad untuk akrab dengan Kolonel Amin Al-Hafaz, atase militer Kedutaan Besar Suriah, yang kelak menjadi Presiden Suriah melalui kudeta tak berdarah pada 1963.
Di Argentina, ia juga bergaul dan akrab dengan komunitas Suriah. Tak satu pun orang bisa mengenalinya. Cohen kemudian jadi orang berpengaruh dalam komunitas itu. Atas rekomendasi pejabat di kedutaan Suriah, dia diminta datang ke Suriah untuk berikan banyak manfaat di sana.
Setahun dari perekrutan, Cohen sudah masuk dalam Partai Baath. Dia jadi sosok yang disegani, seorang pejuang Arab militan. Makin populer setelah partainya berhasil merebut kekuasaan di Suriah. Untuk memuluskan aksinya dia tak sendiri. Cohen pernah dibantu Majd Sheikh al-Arad - agen Central Intelligence Agency (CIA) di Suriah.Â
Dalam buku 'MOSSAD, Menguak Tabir Dinas Intelijen Israel' terbitan Pustaka Primatama (2007), ditulis Cohen bersahabat dengan banyak pejabat militer, di antaranya keponakan dari Kepala Staf Suriah Letnan Gaza Zaher al-Din, hingga Komandan Angkatan Darat Suriah Salim Hatum. Dari sana Cohen bisa mengirim informasi penting ke Mossad saban hari, mulai dari informasi politik, data sensitif militer Suriah, hubungan partai, urusan internal Pemerintah Suriah, program pemerintah, kemitraan Suriah-Soviet, hingga benteng pertahanan di sepanjang perbatasan. Laporan lengkap dengan foto, sketsa  pertahanan, hingga deretan nama yang terlibat.