SOROT 447

Selidik Kerja Hacker

Hacker.
Sumber :
  • XCG Tech

Pendapat yang sama juga pernah diutarakan pakar keamanan Internet, Profesor Richardus Eko Indrajit dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructur (ID-SIRTII). Dalam makalahnya yang dipublikasikan di laman ID-SIRTII, Eko menilai saat ini hacker merasa tertantang jika dapat masuk ke sebuah sistem tertentu, yang dianggap sulit untuk dipenetrasi. Tindakan itu berhasil menstimulus hormon-hormon dalam tubuh manusia masa kini yang memberikan sebuah sensasi tersendiri secara alami.

img_title Hacker Handala Ungkap Rahasia Bobol Sistem Intelijen Israel

Meskipun aksi deface tetap bisa menjadi peringatan bagi perusahaan, terkait lubang dalam jaringannya, H agak keberatan menyebut defacer tersebut sebagai hacker. Malah, seorang hacker "Gantengers" - yang mampu membobol uang miliaran rupiah milik Tiket.com - pun masih belum bisa disebutnya sebagai hacker profesional dan mahir. (Baca juga: Mereka Mengacak-acak Celah Keamanan)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Aksi hacker untuk kasus (Tiket.com) itu, kalau yang saya baca, dia kebetulan menemukan kerentanan yang berisi informasi credential, berupa username dan password, yang bisa mengakses dan mengambil alih transaksi. Itu juga menurut saya hanya kebetulan. Sultan juga dikatakan meng-hack ribuan situs. Itu bukan meng-hack, pasti hanya deface,” kata H.

img_title 400 Data Angkatan Laut AS Diretas! Hacker Iran Kirim Ancaman Mencekam

Aksi hacker Tiket.com itu disebutnya sebagai kejahatan yang menggunakan metode hacking bernama social engineering. Hacker mana pun bisa menarik uang dari kerentanan menggunakan social engineering, termasuk para Lamer dan Script Kiddie.

Hanya saja bedanya, kata H, tergantung keberanian dan aksi nekat yang dimiliki. Kebetulan, Sultan memiliki aksi nekat dan keberanian itu.

img_title Hati-hati kalau Mau Ambil Uang di ATM

Selanjutnya...Tipe-tipe Hacker

Tipe-tipe Hacker

Eko pun mengungkapkan Social Engineering sebagai suatu teknik memperoleh data/informasi rahasia dengan cara mengeksploitasi kelemahan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Walaupun sebuah sistem telah dilindungi dengan piranti keras dan piranti lunak canggih penangkal serangan seperti firewalls, antivirus, IDS/IPS, dan lain sebagainya , tetapi jika manusia yang mengoperasikannya lalai maka keseluruhan peralatan itu tidaklah ada artinya. Para kriminal dunia maya paham betul akan hal ini,” kata Eko, dalam makalahnya bertajuk "Seluk Beluk Teknik Social Engineering".

Social Engineering bisa dilakukan dengan interaksi sosial maupun interaksi komputer. Interaksi sosial misalnya berkedok sebagai user, sebagai mitra vendor, konsultan audit, sampai menjadi penegak hukum. Sedangkan yang berbasis komputer biasanya melalui teknik phishing, baik melalui email, SMS, atau Pop-up Windows.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut