- XCG Tech
Pada intinya, keseluruhan jenis serangan itu bervariasi. Tergantung pada tipe-tipe kerawanan atau kelemahan yang terdapat pada sistem terkait yang kurang dijaga keamanannya.
“Yang paling menyeramkan adalah untrace hacking paling menyeramkan. Hacker bisa masuk ke sistem tersebut dan tidak terlacak, bisa masuk dan keluar kapan saja tanpa disadari si pemilik sistem," kata H.
Tipe serangan itu menyusup dan bebas melakukan apa pun. Mirip hantu, itu yang paling menakutkan. "Sedangkan dari sisi teknik, yang menyeramkan adalah Zero Day, yakni ketika hacker menemukan celah dan melapor ke pemilik jaringan namun si pemilik tidak melakukan perbaikan apa-apa. Itu sangat berbahaya,” lanjut H.
Selanjutnya...Dibuang Sayang
Dibuang Sayang
Awalnya, fungsi hacker memang seperti itu, mencari dan menemukan celah kemudian melaporkan kepada si pemilik jaringan untuk kemudian diperbaiki. Itu juga termasuk dalam etika yang dijunjung hacker profesional yang dimaksud H. Namun hacker yang di ekspos media justru mereka yang hanya melakukan aksi ecek-ecek, deface situs. Padahal kekhawatiran lebih besar dari aksi di kehidupan cyber ini dianggap sudah tidak terkendali karena tidak ada yang mengatur.
Pratama Persada, pengamat siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), menilai Indonesia sebenarnya sudah darurat siber. Seluruh instansi mulai membangun insfrastruktur IT dengan alokasi budget yang besar. Ini disebut memberikan manfaat besar sekaligus ancaman.
“Ketika suatu sistem itu terkoneksi dengan internet atau dunia maya atau dunia cyber, sudah pasti di situ mulai timbul kerawanan karena hampir semua sistem IT itu sebenarnya punya vulnerability, punya celah-celah keamanan.Tak hanya milik pemerintah tapi juga swasta, rawan serangan, Baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Pratama kepada VIVA.co.id, Jumat 5 Mei 2017.
![]()
Tingginya pengguna internet di Indonesia menjadikan semakin banyaknya situs yang diretas. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Pernyataan Pratama ini bukan tanpa data. Laporan ID-SIRTII di tahun 2014 saja, di ranah global, ada 232 unit PC yang terinfeksi malware dalam satu menit, ditambah 20 korban baru pencurian identitas, 12 situs yang kena hack, dan 416 percobaan serangan ke web.