SOROT 449

Telusur Uang Bandar Narkoba

Rumah mewah milik bos ekstasi Pony Tjandra di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, telah diserahkan Kejaksaan Agung kepada BNN.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Gusti Gerdiasnyah

Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol Sulistriandri Atmoko, mengakui bila memang proses perlawanan terhadap penjahat narkoba tak mudah. Ia menyebut butuh sinergisitas semua pihak untuk perlawanan ini.

img_title Cuci Uang Narkoba di Money Changer

Sebab, dalam praktik, selama ini BNN selalu menjadi ujung tombak pemberantasan. Padahal, perlawanan terhadap narkotika adalah tanggung jawab bersama siapa pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keterbatasan BNN yang hanya memiliki 4.700 personel se Indonesia dan anggaran yang begitu minim hanya Rp1,3 triliun per tahun membuat kerja BNN terasa begitu berat. "Negeri ini menyatakan perang narkoba, tapi seolah-olah di kementerian dan lembaga tidak merespons bahwa itu dalam keadaan darurat. Itu yang dirasakan BNN saat ini," kata Atmoko.

img_title Modus Baru Penyelundupan Sindikat Narkoba Internasional

Maka ia berharap bahwa sinergisitas antar lembaga dan masyarakat harus juga menjadi senjata perlawanan terhadap narkoba. Sehingga tidak semata penanganan ini menjadi tanggung jawab BNN.

sorot narkoba - Gebyar Hari Inspiratif Anti Narkoba

img_title BNN Selidiki Uang Rp2,7 Triliun dari Bisnis Narkoba

Sejumlah siswa SD Muhammadiyah 5 Surabaya mengikuti kegiatan Gebyar Hari Inspiratif Anti Narkoba di Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Entah itu dari segi pendidikan, program-program pencegahan soal narkoba dan lain sebagainya. Dengan demikian keterbatasan BNN selama ini dapat ditambal.

"Presiden sudah nyatakan perang, seyogyanya para pembantu juga mengambil peran. Kalau itu tidak dilakukan pencegahan tidak akan berjalan," kata Atmoko.

Dari sisi kepolisian, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Rikwanto, juga tak menampik jika memang upaya perlawanan terhadap narkoba di Indonesia memang cukup rumit.

Sebabnya, meski kini banyak penangkapan terhadap pelaku, fakta nyatanya menunjukkan bahwa peredaran narkotika juga masih marak. "Istilahnya ketangkap satu lolos empat. Itu realita lapangan," katanya.

Apalagi saat ini, kata dia, pengedar kini juga membuat banyak varian baru narkoba, dan itu tak peduli menyasar umur berapa pun. Jalur masuknya pun juga terus berkembang lebih pesat. Bahkan ada satu yang sudah dijaga, pelaku membuka jalur lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi harus sama-sama (menanganinya). Sama-sama mencari pelaku, pengedar kemudian mengungkap kasus yang sudah ada. Intinya kita harus sinergi," kata Rikwanto.

Ya, narkoba memang bak jamur di musim hujan. Ia selalu muncul dan ada sepanjang waktu. Dengan beragam bentuk dan modus. Upaya pemberantasan hingga memiskinkan para bandarnya memang patut dilakukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut