SOROT 449

Telusur Uang Bandar Narkoba

Rumah mewah milik bos ekstasi Pony Tjandra di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, telah diserahkan Kejaksaan Agung kepada BNN.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Gusti Gerdiasnyah

Analis Pasar Uang dari Bank Mandiri, Reny Eka Putri, mengungkapkan para pelaku pencucian uang memang kerap menggunakan valuta asing untuk transaksi. Sebab dengan cara itu, maka selain sulit terlacak, para pelaku juga memiliki keleluasaan untuk membawa asetnya ke luar negeri.

img_title Brigjen Mukti: Selebgram Angela Lee Dibiayai Pacarnya yang Jadi Kurir Narkoba Fredy Pratama

"Biar tidak ketahuan memang harus pake valas," kata Reny. Dia pun mengakui jika pengawasan untuk pencucian uang ini memang sudah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, lanjut Reny, praktik curang selalu menemui jalannya. "Ya namanya curang, meskipun ada pengawasan pasti cari-cari jalan," katanya.

img_title Bareskrim Polri Telusuri Aliran Dana Kampanye Pemilu 2024

Selanjutnya…Perang Lawan Bandar

Perang Lawan Bandar

img_title Ini Modus Tiga Pelaku Pencucian Uang Narkotika Rp6,4 Triliun

Sudah dua tahun ini Indonesia telah menyatakan perang melawan narkoba. Data yang menyebut bahwa 50 orang meninggal setiap hari akibat narkoba menjadi dasar komitmen perlawanan itu di era Presiden Joko Widodo.

Sejumlah cara pun dilakukan mulai dari eksekusi mati hingga penggencaran penangkapan bandar narkoba dan pengawasan ketat jalur masuk narkoba menjadi prioritas.

Sejauh ini, merujuk data akhir BNN pada tahun 2016, telah ada 807 kasus terungkap dan mengamankan 1.238 tersangka, dengan 21 diantaranya adalah warga negara asing. Sementara untuk kasus TPPU narkotika mencapai 21 kasus, dengan aset berhasil disita yakni senilai Rp261,86 miliar.

Jumlah itu, menurut BNN, meningkat 56 persen untuk pengungkapan kasus narkotika dibanding tahun 2015 yang hanya 638 kasus dan meningkat 58 persen untuk kasus TPPU narkotika.

Meski begitu, menurut Ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat) Hendri Yosodiningrat, keberhasilan itu tetap belum maksimal. Mengingat bahwa praktik sebaran narkoba di Indonesia kini begitu mudah didapat.

"Mencari narkoba (di Indonesia) itu sama halnya kita mencari teh botol, dimana-mana bisa dicari dan sangat mudah didapat," kata Hendri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas itu, Hendri memastikan meski kini BNN dan kepolisian telah berupaya memaksimalkan perburuannya. Secara fakta, pemerintah tetap gagal dalam upaya mengurangi masuknya narkoba dan menjerat orang Indonesia.

Hal itu ditengarai oleh lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Sementara para penjahat narkoba kini sudah berbisnis secara terorganisir. "Kita masih tidak mampu mengikutinya (praktik bisnis narkoba)" kata Hendri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut