Pertaruhan Maut Memburu Harta

Pengunjung mengamati barang koleksi Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang dipamerkan di Galeri BMKT, Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa, 14 Maret 2017.
Pengunjung mengamati barang koleksi Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang dipamerkan di Galeri BMKT, Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa, 14 Maret 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA.co.id – Berburu harta karun bisa jadi termasuk pekerjaan tertua dan yang paling berbahaya di dunia. Mereka yang menjadi pemburu harus membiasakan diri dengan mitos, dongeng, kabar burung, maupun "apa kata orang". Tak hanya itu, tekun mencari informasi dan meriset data juga menjadi santapan para pemburu harta karun.

Berburu harta karun pun tidak hanya dianggap sebagai profesi, namun menjadi panggilan hidup. Demi kejayaan dan kekayaan, apa pun mereka pertaruhkan - mulai dari harta hingga nyawa.   

Para pemburu membidik barang-barang berharga yang tersembunyi di perut bumi, maupun yang sudah lama ditelan laut. Sebagian melakukannya untuk kepentingan negara. Lainnya memburu harta untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Kisah demi kisah pemburu harta karun pula kerap diangkat ke layar lebar, baik fiksi maupun cerita yang terinspirasi dengan kisah nyata. Tak bisa dipungkiri, kekayaan yang masih misteri dengan catatan sejarah yang valid dinilai menjadi hal wajar untuk dikejar. Selain nilai materi, dalam objek harta karun tersimpan jejak sejarah, budaya dan bukti perjalanan masa lalu yang juga bisa menjadi materi penelitian dalam hal ilmu pengetahuan.

PAMERAN BARANG MUATAN KAPAL TENGGELAM

Barang-barang koleksi Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang dipamerkan di Galeri BMKT, Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Menyoal kata harta karun, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam (APPP BMKTI), Antin A.Nangoy, kurang setuju dengan terminologi tersebut. Dalam konteks pengangkatan dan pemanfaatan benda berharga yang dilakukan secara legal kata dia, pencarian itu ternyata tak selalu berbuah keuntungan.

Halaman Selanjutnya
img_title