- ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Selanjutnya...Kereta Cepat
Kereta Cepat
Ada satu lagi proyek ambisius pemerintahan Jokowi-JK di sektor transportasi, yakni pembangunan kereta api cepat. Presiden Jokowi telah meresmikan groundbreaking pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupatan Bandung Barat, 21 Januari 2016 lalu.
Proyek tersebut diprakarsai oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan perusahaan konsorsium antara 4 perusahaan BUMN Indonesia termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan China Railway International Co Ltd.
Proyek senilai lebih dari Rp70 triliun itu ditegaskan Jokowi, tidak menggunakan APBN dan jaminan pemerintah. Sumber dana menggunakan pinjaman dari China Development Bank.
"Kenapa saya tidak mau kereta cepat pakai APBN, dan tanpa jaminan pemerintah? Karena APBN akan kita titikberatkan kepada pembangunan infrastruktur di luar Jawa," ujar Jokowi kala itu.
Kereta cepat Jakarta–Bandung akan menghubungkan 4 stasiun, yaitu Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar, tidak jauh dari kawasan Gedebage yang nantinya akan menjadi pusat pemerintahan Kota Bandung. Total panjang jalur yang dilalui kereta cepat Jakarta–Bandung sepanjang 140,9 km.
Meskipun hampir setahun terbengkalai, kabarnya, pinjaman untuk pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah cair. Kepastian ini diperoleh setelah PT KCIC selaku pengembang mendapatkan komitmen pinjaman dari China Development Bank sebesar US$4,498 miliar.
Penandatanganan pencairan dana tersebut dilakukan pada Minggu, 14 Mei 2017 lalu, oleh Direktur Utama PT KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan, dan Direktur Utama China Development Bank, Hu Huaibang.
Turut hadir menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, Presiden Joko Widodo, Presiden China Xi Jinping, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong.
Sehari setelah pencairan dana, PT KAI dibantu personel gabungan TNI-Polri langsung membebaskan lahan yang akan digunakan untuk jalur kereta cepat Jakarta-Bandung.
Manajer Humas KAI Daerah Operasi 2 Bandung Joni Martinus, mengatakan hingga Senin, 15 Mei 2017 sudah tiga lokasi lahan di wilayah yang dibebaskan untuk jalur kereta cepat Jakarta-Bandung.
Penertiban yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menurunkan 400 personel yang terdiri dari pegawai Daop 2, TNI, Polri, Polisi Pamong Praja, dan petugas PLN. Joni Martinus, memastikan tiga titik di wilayahnya sudah steril dan siap digunakan.