SOROT 452

Berawal dari Semarang

Rangkaian kereta api kuno membawa sejumlah wisatawan melintasi kawasan Rawa Pening di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VIVA.co.id –  "Naik kereta api, tut, tut, tut. Siapa hendak turut. Ke Bandung, Surabaya..." 

img_title BRI Jalin Sinergi dengan KAI dan dalam Fasilitas Notional Pooling

Nyanyian itu sayup-sayup terdengar dari gang, sebuah kampung di pesisir pantai Kota Semarang, Jawa Tengah. Sekelompok anak-anak dipandu seorang ibu-ibu yang tak lagi muda terlihat asyik menyanyikan lagu ciptaan Ibu Soed tersebut. Sesekali mereka tertawa dan bercanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kampung padat penduduk yang penuh gang sempit ini bernama Spoorland. Kampung yang diapit rawa-rawa ini diyakini merupakan lokasi asal muasal lahirnya kereta api di Indonesia. Spoorland merupakan lokasi stasiun pertama Pemerintah Hindia Belanda yang dibangun Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahun 1864.

img_title Bakal Jadi yang Terpanjang di RI, Kemenhub Bangun Rel Layang Solo

Jalur kereta di semarang

Jalur rel kereta api yang melintas kawasan Lawang Sewu pusat kota Semarang pada tahun 1920. (kitlv.nl)

img_title Jalur Pondok Ranji-Kebayoran Tergenang Air, Operasional KRL Terganggu

Konon, nama Spoorland sudah ada sejak ratusan silam. Penamaan itu lahir sebagai nama jalan sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Hingga kini, kampung itu terus berevolusi menjadi nama kampung yang kondisinya nyaris tenggelam karena sering dihantam air pasang. 

Dan jauh sebelum kampung itu ada, jejak stasiun dan jalur kereta api pertama itu hilang dan tenggelam tergerus air rob dari laut.

"Saya ingat betul, waktu awal-awal di sini, bangunan stasiun masih ada relnya. Bapak dulu masinis. Bangunan stasiun itu luas di sepanjang kampung ini," ujar Ngatiyem (79), salah seorang warga kepada VIVA.co.id, Rabu, 7 Juni 2017.

Ngatiyem mengatakan, ia dan mendiang suaminya sudah tinggal di kampung ini sejak tahun 1954. Suaminya yang bernama Suyono merupakan pensiunan pegawai kereta api. "Tiap ditanya orang dulu saya tinggal di gudang persediaan. Karena dulu belum ada nama kampung Spoorland," ujar perempuan asli Yogyakarta itu.

Ngatiyem dan mendiang suaminya menjadi saksi tenggelamnya rel dan stasiun bersejarah tersebut akibat air pasang. Ia memperkirakan, kedalamannya telah lebih dari 20 meter. 

Selanjutnya, Rel Pertama

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rel Pertama

Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Semarang menyebut, kampung yang ditinggali Ngatiyem merupakan lokasi stasiun dan jalur pertama kereta api di Indonesia. “Lokasi padat penduduk di kampung Spoorland kami nilai identik sebagai lokasi pencarian. Hanya saja, mayoritas jejak sejarah stasiun itu sudah hancur atau hilang di dalam air rob dan tambak,” ujar Ketua IRPS Semarang, Tjahjono Rahardjo.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut