SOROT 465

Terjerat Candu Hallyu

Konser SMTown Live World Tour III in Jakarta
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

Sosiolog Universitas Indonesia, Daisy Indira Yasmin, mengatakan, K-Pop dan drama Korea adalah produk yang dalam istilah sosiologi disebut sebagai komiditi seni populer. Artinya, segala bentuk produk dari industri hiburan Korea ini memang akan dikemas dengan strategi yang bagus, intensif, dan dipasarkan secara agresif.

img_title Rosan Berharap Danantara Housing Expo 2026 Bisa Perluas Akses Masyarakat untuk Punya Rumah

"Sama saja kalau kita lihat tiba-tiba kita kebanjiran produk-produk ZARA misalnya, terus semua orang pakai ZARA. Terus ada brand baru masuk, semua orang bisa pakai. Itu bisa dilakukan karena mereka mengemas strateginya bagus, kemudian intensif, dan mereka gencar memasarkan produk seninya, popular culture-nya, di media-media YouTube yang accessible kan, kemudian dibuat konser yang dikemas dengan begitu hebatnya. Dan yang pasti mereka juga melakukan studi dengan baik untuk mendapatkan apa sih yang membuat orang Indonesia senang. Jadi ketika orang Indonesia atau anak muda saat ini mengikuti arus itu, karena itu sedang tren dan mereka terikut," paparnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 7 September 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Drama Korea terbaru di tahun 2017.

img_title 10 Drama Korea Romance Sekolah Terbaik, dari Cinta Pertama hingga Kisah Time Travel

Drama-drama Korea Terbaru di tahun 2017.

Hal serupa juga terjadi pada drama Korea. Alasan drama ini mudah diterima di Indonesia, antara lain karena nilai-nilai yang ditampilkan dalam drama itu sendiri. Masih sama-sama Asia, karena itulah beberapa segmen masyarakat Indonesia mudah menerima jalan ceritanya yang ringan, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan kemasannya yang sangat menarik.

img_title Usai Kerusuhan di Senayan, Polisi Pastikan Aktivitas Warga Tetap Jalan dan Minta Tak Terprovokasi

Akses menikmati komiditas seni populer ini, baik K-Pop maupun dramanya, juga menjadi perhatian. Tak hanya lewat televisi, program dari Korea Selatan itu dengan mudah bisa dinikmati masyarakat melalui jaringan internet. Sejumlah platform, mulai dari YouTube hingga aplikasi layanan penyedia konten drama dan musik Korea, seperti Spotify untuk K-Pop dan Viu untuk K-Drama, sangat memudahkan para penikmat budaya pop di Indonesia.

"Drama korea itu juga menampilkan nilai-nilai Asia. Nilai-nilai korea atau nilai-nilai Asia itu memang mudah diterima oleh masyarakat kita, karena kita juga bagian dari culture Asia. Jadi beberapa segmen masyarakat kita juga mudah menerima jalan ceritanya yang mungkin memiliki perbedaan tersendiri jika dibandingkan dengan selama ini banyak masuk dari Hollywood atau produksi-produksi Barat. Gayanya memang berbeda, kemudian intensitas masuknya ke dunia produksi televisi, YouTube jadi memiliki peran penting juga," tambah Daisy.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut